
Usai viral di media sosial, warga menanami jalan berlubang dengan pohon pisang dan pepaya. Menyikapi hal tersebut, Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Ponorogo akan menurunkan tim survei ke Jalan Poros Desa Kaponan–Desa Mlarak, Kecamatan Mlarak, dalam waktu dekat.
Kepala Bidang Bina Marga DPUPKP Ponorogo, Shintawati, mengatakan penurunan tim survei dilakukan untuk mengetahui secara langsung kondisi jalan yang dikeluhkan warga, sekaligus menyiapkan langkah penanganan yang tepat.
“Kami akan menurunkan tim survei untuk melihat kondisi Jalan Poros Desa Kaponan–Mlarak. Setelah itu, kami akan menentukan solusi penanganan yang bisa dilakukan,” ujar Shintawati.
Ia mengakui, untuk perbaikan jalan tersebut memang belum tercantum dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Induk Tahun 2026. Namun demikian, DPUPKP akan berupaya mengusulkan perbaikan melalui perubahan APBD 2026.
“Di APBD induk 2026 memang belum ada anggaran untuk perbaikan jalan ini. Namun, kami akan mencoba mengusulkannya pada perubahan APBD 2026,” jelasnya.
Berdasarkan informasi yang diterima DPUPKP, Pemerintah Desa Kaponan akan melakukan pengurukan pada sepanjang jalan rusak sekitar 125 meter yang saat ini berlubang.
“Jika Pemerintah Desa Kaponan membutuhkan alat untuk pengurukan, kami siap membantu,” tambah Shintawati.
Sebelumnya, warga Desa Kaponan menanami lubang jalan rusak menggunakan pohon pisang dan pohon pepaya sebanyak enam batang. Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes, lantaran keluhan warga terkait kondisi jalan yang rusak selama bertahun-tahun belum juga mendapat perbaikan. Penanaman pohon di jalan poros desa itu pun menjadi simbol kekecewaan warga terhadap lambannya penanganan infrastruktur jalan.



