
Musim penghujan berdampak pada keberadaan Dam Mireng di Desa Gombang, Kecamatan Slahung, Ponorogo. Bagian timur bangunan dam tersebut ambrol akibat luapan sungai, menyebabkan erosi parah di sekitar pondasi jembatan lama yang melintasi aliran sungai. Akibatnya, kaki-kaki jembatan mulai keropos dan tergerus arus air, sehingga mengancam keamanan struktur jembatan.
Kepala Desa Gombang, Imam Fathurrohman, saat dikonfirmasi mengungkapkan bahwa ambrolnya Dam Mireng bagian timur terjadi sejak 2 November 2025, ketika debit air sungai meningkat drastis. “Bagian timur sayap jembatan ambrol ke arah barat, sedangkan dam bagian timur (buka tutup air) ambruk ke utara. Erosi juga mengenai sayap jembatan,” jelasnya.
Untuk sementara, jembatan penghubung antara Desa Gombang dan Desa Duri, Slahung, ditutup untuk kendaraan roda empat karena kondisinya sangat berbahaya jika dilalui. Namun, kendaraan roda dua masih diperbolehkan lewat dengan catatan pengendara harus ekstra hati-hati.
Pemerintah Desa Gombang telah melaporkan kejadian tersebut ke Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Ponorogo dan pihak terkait lainnya, termasuk BBWS Solo, agar segera dilakukan penanganan sementara seperti penumpukan karung berisi pasir (kebo) untuk menahan erosi. Selain itu, saluran irigasi di lokasi tersebut juga terputus akibat ambrolnya dam.
Lebih lanjut, Imam menegaskan bahwa jembatan penghubung antar desa ini sangat vital. Jika sampai putus total, warga harus memutar melalui Desa Ngumpul, Kecamatan Balong, dengan jarak sekitar 3 kilometer dari Desa Gombang.
Kemarin, Anggota DPR RI Komisi V Fraksi Golkar, Ali Mufthi, telah turun langsung ke lokasi untuk melakukan pengecekan. Ia didampingi Ketua DPD Golkar Ponorogo Eko Priyo Utomo, Kepala BPBD Ponorogo Masun, serta perwakilan dari Dinas PU.



