Skip to content
Gema Surya FM

Gema Surya FM

Inspiratif, Akurat

Berita Terkini

  • Lakalantas di Jalan Raya Ponorogo Madiun, Pengendara Scoopy Hindari Muatan Gabah yang Terjatuh dari Truk
  • Tahun Ini, akan Ada 6 Jabatan Kepala Dinas yang Kosong Karena Pensiun
  • Tutupi Biaya Operasional yang Membengkak, TPS3R Kelurahan Surodikraman Mulai Ternak Maggot
  • Triwulan Pertama, Damkar Ponorogo Tangani 14 Kebakaran dan 173 Evakuasi Sarang Tawon
  • Laris Manis Jasa Foto di Telaga Ngebel, Cukup Rp2.000 Abadikan Momen Indah
Primary Menu
  • Home
  • Station Info
    • Profile
    • Data Teknik
    • Tarif Iklan
  • News
  • Podcast
  • Live Stream
  • Kontak
ON AIR
  • Home
  • 2025
  • Oktober
  • 27
  • Angin Segar bagi Petani, Harga Pupuk Bersubsidi Turun 20 Persen, Harap Ketersediaan Tetap Mencukupi
  • Jelajah

Angin Segar bagi Petani, Harga Pupuk Bersubsidi Turun 20 Persen, Harap Ketersediaan Tetap Mencukupi

Gema Surya FM Senin 27 Oktober 2025 | 10:52 WIB
pupuk

Pemerintah resmi menurunkan harga pupuk subsidi hingga 20 persen mulai Rabu (22/10/2025). Kebijakan ini dinilai mampu meringankan beban petani sekaligus memperkuat efisiensi industri pupuk nasional tanpa menambah beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Kabar baik ini disambut gembira oleh kalangan petani, termasuk di wilayah Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo. Salah satu petani setempat, Tri Narmi, mengaku penurunan harga pupuk akan sangat membantu mengurangi biaya produksi pertanian.

“Selama ini biaya produksi cukup tinggi, dan yang paling banyak terserap untuk pupuk serta tenaga kerja. Kalau harga pupuk turun, dananya bisa dipakai untuk kebutuhan lainnya,” ujarnya.

Tri menambahkan, penurunan harga yang mencapai 20 persen cukup signifikan.

“Biasanya harga pupuk subsidi sekitar Rp112 ribu per sak, sekarang bisa di bawah Rp100 ribu. Itu jelas sangat membantu,” imbuhnya.

Meski demikian, para petani masih menyimpan kekhawatiran terkait ketersediaan pupuk subsidi. Sebab, sebelum harga turun pun, pupuk kerap sulit didapatkan.

“Kami khawatir nanti pupuk malah langka karena harganya murah. Kalau sampai langka, kebijakan ini jadi tidak ada gunanya. Harapannya pemerintah juga menjamin stoknya tetap aman,” tegasnya.

Tri menjelaskan, di wilayah Sukorejo bagian utara, sebagian petani sudah mulai menanam padi sekitar satu bulan terakhir dan kini memasuki tahap pemupukan akhir.

“Kami masih menunggu penyaluran pupuk subsidi dengan harapan bisa segera menikmati harga baru ini,” pungkasnya.

Kebijakan penurunan harga pupuk subsidi ini diharapkan tidak hanya meringankan beban petani, tetapi juga menjaga stabilitas sektor pertanian nasional agar tetap produktif dan berdaya saing.

About the Author

Gema Surya FM

Author

View All Posts
Bagikan :
        

Post navigation

Previous: Gempa Adventure Ponorogo Ingatkan DLH, Tidak Tebang Pohon Beringin di Kecamatan Kota
Next: Meriah Sekaligus Haru, Ratusan Santri TPA Muhammadiyah se-Ponorogo Ikuti Wisuda

Related Stories

Gabah11
  • Headline
  • Jelajah

Lakalantas di Jalan Raya Ponorogo Madiun, Pengendara Scoopy Hindari Muatan Gabah yang Terjatuh dari Truk

Gema Surya FM Rabu 22 April 2026 | 11:03 WIB
Imam
  • Jelajah

Tahun Ini, akan Ada 6 Jabatan Kepala Dinas yang Kosong Karena Pensiun

Gema Surya FM Rabu 22 April 2026 | 10:55 WIB
Maggot
  • Jelajah

Tutupi Biaya Operasional yang Membengkak, TPS3R Kelurahan Surodikraman Mulai Ternak Maggot

Gema Surya FM Rabu 22 April 2026 | 10:53 WIB

Dengarkan siaran Gema Surya FM melalui live streaming dan simak berita-berita terkini Kabupaten Ponorogo dan sekitarnya
  • Profile
  • News
  • Tarif Iklan
  • Live Streaming
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Babadan
  • Badegan
  • Balong
  • Bungkal
  • Jambon
  • Jenangan
  • Jetis
  • Mlarak
  • Kauman
  • Ngebel
  • Ngrayun
  • Ponorogo
  • Pulung
  • Sambit
  • Sawoo
  • Sampung
  • Siman
  • Slahung
  • Sooko
  • Sukorejo
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.