Jelajah

Sudah Open Trip dan Promo Liburan, Agen Biro Perjalanan Wisata Tetap Lesu

Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) di tengah pandemi rupanya tak membuat agen biro perjalanan wisata tersenyum lega. Pasalnya, meskipun sudah banyak promo dan diskon ditawarkan namun tingkat antusias warga untuk liburan masih rendah. Bahkan supaya kursi bis bisa penuh dan berangkat, harus menyasar warga umum dari empat kabupaten tetangga. Kalau hanya dari Ponorogo, dipastikan sulit memenuhi kuota.

Seperti disampaikan Mulyadi, pengelola agen Biro Perjalanan Wisata di Ponorogo yang mengakui jika kantor miliknya sampai bulan ini masih belum mendapat satupun Memorandum of Understanding (MOU) liburan. Pihaknya mengklaim untuk peminat kelas wisata rombongan seperti instansi dan sekolah tahun ini masih nihil. Padahal libur akhir tahun sudah semakin dekat.
Supaya tetap ada pemasukan, lanjut Mulyadi, akhirnya membuka kelas wisata umum yakni siapapun boleh ikut dalam rombongan. Banyak usaha sudah dilakukan untuk menarik minat berwisata salah satunya menawarkan promo liburan murah dengan fasilitas mewah. Namun hasilnya untuk bisa berangkat satu bus saja, harus rela mengambil klien dari berbagai kabupaten tetangga seperti Ngawi, Madiun, dan Magetan.

Masih kata Mulyadi, jika dibandingkan tahun lalu, tahun pandemi ini benar-benar memukul pelaku biro perjalanan wisata. Tahun lalu mendekati akhir tahun, sudah banyak yang mengajukan MOU rencana liburan, namun kali ini benar-benar berbeda. Belum lagi agenda wisata tahunan bagi pelajar juga tidak ada sama sekali. Pihaknya sebagai penyedia jasa liburan saja pusing mencukupi kebutuhan. Tidak bisa dibayangkan bagaimana pusingnya mereka, pemilik bus dan juga restoran yang membutuhkan biaya operasional tinggi, sementara pendapatan sulit. Harapannya, pandemi segera berakhir sehingga pelaku wisata bisa kembali bergeliat.