Skip to content
Gema Surya FM

Gema Surya FM

Inspiratif, Akurat

Berita Terkini

  • BPBD Ponorogo Diserbu Puluhan Siswa PAUD
  • Puluhan Siswa PAUD Kunjungi BPBD, Dapat Edukasi Kesiapsiagaan Bencana Sejak Dini
  • DPRD Jatim Sidak Aktivitas Pertambangan di Wilayah Ngebel, Komisi D akan Tolak Penambahan Lokasi Tambang Baru
  • Desa Bringinan Jambon Harumkan Ponorogo, Raih Juara 4 Nasional Perlindungan Pekerja Migran
  • EMT RSU Aisyiyah Ponorogo Mulai Sasar Kampung Transmigrasi Aceh Tengah Untuk Layanan Kesehatan
Primary Menu
  • Home
  • Station Info
    • Profile
    • Data Teknik
    • Tarif Iklan
  • News
  • Podcast
  • Live Stream
  • Kontak
ON AIR
  • Home
  • 2024
  • September
  • 18
  • Kian Meluas, Kekeringan di Ponorogo, Sudah Ada 7 Kecamatan Minta Droping Air Bersih
  • Headline
  • Jelajah

Kian Meluas, Kekeringan di Ponorogo, Sudah Ada 7 Kecamatan Minta Droping Air Bersih

Gema Surya FM Rabu 18 September 2024 | 11:16 WIB
Drop11

Bencana Kekeringan di Ponorogo kian meluas. Data di BPBD tercatat 7 kecamatan yang dilanda kekeringan. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan data awal september yang hanya mencatat 3 kecamatan saja.

Agung Prasetyo, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Ponorogo, menjelaskan bahwa jumlah wilayah terdampak terus bertambah. “Pada awal September, hanya ada tiga kecamatan, kemudian meningkat menjadi lima kecamatan di minggu ketiga, dan sekarang mencapai tujuh kecamatan, yang mencakup 12 desa,” ujarnya.

Kecamatan-kecamatan yang terdampak kekeringan antara lain Slahung, Jambon, Bungkal, Badegan, Sawo, serta dua kecamatan baru yakni Sooko dan Sampung. Beberapa desa yang terkena dampak di antaranya adalah Sidoharjo, Karangpatihan, Ngadirojo, Suru, Sriti, Pangkal, Mbelang, Mbulung, Nduri, Wates, Sidowayah, dan Nggelang Kulon.

“Pada tahun sebelumnya, kekeringan hanya melanda Slahung, Jambon, Bungkal, Badegan, dan Sawo. Namun, tahun ini kecamatan Sooko dan Sampung juga mengalami kekeringan,” tambah Agung.

Untuk mengatasi masalah kekeringan ini, BPBD mendorong upaya reboisasi dan pembuatan sumur dalam. Reboisasi sebenarnya sudah dimulai sejak 2002 dengan menanam pohon jambu monyet, namun banyak warga yang menggantinya dengan pohon jati yang dianggap lebih bernilai ekonomis.

Selain itu, BPBD juga bekerja sama dengan berbagai komunitas untuk memberikan bantuan air kepada warga terdampak. BPBD memperkirakan hujan akan mulai turun pada minggu kedua Oktober, berdasarkan konfirmasi dari BMKG Nganjuk, Juanda, dan Malang.

About the Author

Gema Surya FM

Author

View All Posts
Bagikan :
        

Post navigation

Previous: Forum Solidaritas Masyarakat Sooko Dirikan Warung Dekat Jembatan Sombro Antisipasi Orang Buang Sampah di Sungai
Next: 4 Desa di Ponorogo Dipasangi Seismograf

Related Stories

BP
  • Jelajah

BPBD Ponorogo Diserbu Puluhan Siswa PAUD

Gema Surya FM Kamis 22 Januari 2026 | 07:25 WIB
bobd
  • Jelajah

Puluhan Siswa PAUD Kunjungi BPBD, Dapat Edukasi Kesiapsiagaan Bencana Sejak Dini

Gema Surya FM Rabu 21 Januari 2026 | 15:34 WIB
ld.jpg
  • Headline
  • Jelajah

DPRD Jatim Sidak Aktivitas Pertambangan di Wilayah Ngebel, Komisi D akan Tolak Penambahan Lokasi Tambang Baru

Gema Surya FM Rabu 21 Januari 2026 | 13:02 WIB

Dengarkan siaran Gema Surya FM melalui live streaming dan simak berita-berita terkini Kabupaten Ponorogo dan sekitarnya
  • Profile
  • News
  • Tarif Iklan
  • Live Streaming
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Babadan
  • Badegan
  • Balong
  • Bungkal
  • Jambon
  • Jenangan
  • Jetis
  • Mlarak
  • Kauman
  • Ngebel
  • Ngrayun
  • Ponorogo
  • Pulung
  • Sambit
  • Sawoo
  • Sampung
  • Siman
  • Slahung
  • Sooko
  • Sukorejo
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.