Skip to content
Gema Surya FM

Gema Surya FM

Inspiratif, Akurat

Berita Terkini

  • Lakalantas di Jalan Raya Ponorogo Madiun, Pengendara Scoopy Hindari Muatan Gabah yang Terjatuh dari Truk
  • Tahun Ini, akan Ada 6 Jabatan Kepala Dinas yang Kosong Karena Pensiun
  • Tutupi Biaya Operasional yang Membengkak, TPS3R Kelurahan Surodikraman Mulai Ternak Maggot
  • Triwulan Pertama, Damkar Ponorogo Tangani 14 Kebakaran dan 173 Evakuasi Sarang Tawon
  • Laris Manis Jasa Foto di Telaga Ngebel, Cukup Rp2.000 Abadikan Momen Indah
Primary Menu
  • Home
  • Station Info
    • Profile
    • Data Teknik
    • Tarif Iklan
  • News
  • Podcast
  • Live Stream
  • Kontak
ON AIR
  • Home
  • 2024
  • September
  • 18
  • Kian Meluas, Kekeringan di Ponorogo, Sudah Ada 7 Kecamatan Minta Droping Air Bersih
  • Headline
  • Jelajah

Kian Meluas, Kekeringan di Ponorogo, Sudah Ada 7 Kecamatan Minta Droping Air Bersih

Gema Surya FM Rabu 18 September 2024 | 11:16 WIB
Drop11

Bencana Kekeringan di Ponorogo kian meluas. Data di BPBD tercatat 7 kecamatan yang dilanda kekeringan. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan data awal september yang hanya mencatat 3 kecamatan saja.

Agung Prasetyo, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Ponorogo, menjelaskan bahwa jumlah wilayah terdampak terus bertambah. “Pada awal September, hanya ada tiga kecamatan, kemudian meningkat menjadi lima kecamatan di minggu ketiga, dan sekarang mencapai tujuh kecamatan, yang mencakup 12 desa,” ujarnya.

Kecamatan-kecamatan yang terdampak kekeringan antara lain Slahung, Jambon, Bungkal, Badegan, Sawo, serta dua kecamatan baru yakni Sooko dan Sampung. Beberapa desa yang terkena dampak di antaranya adalah Sidoharjo, Karangpatihan, Ngadirojo, Suru, Sriti, Pangkal, Mbelang, Mbulung, Nduri, Wates, Sidowayah, dan Nggelang Kulon.

“Pada tahun sebelumnya, kekeringan hanya melanda Slahung, Jambon, Bungkal, Badegan, dan Sawo. Namun, tahun ini kecamatan Sooko dan Sampung juga mengalami kekeringan,” tambah Agung.

Untuk mengatasi masalah kekeringan ini, BPBD mendorong upaya reboisasi dan pembuatan sumur dalam. Reboisasi sebenarnya sudah dimulai sejak 2002 dengan menanam pohon jambu monyet, namun banyak warga yang menggantinya dengan pohon jati yang dianggap lebih bernilai ekonomis.

Selain itu, BPBD juga bekerja sama dengan berbagai komunitas untuk memberikan bantuan air kepada warga terdampak. BPBD memperkirakan hujan akan mulai turun pada minggu kedua Oktober, berdasarkan konfirmasi dari BMKG Nganjuk, Juanda, dan Malang.

About the Author

Gema Surya FM

Author

View All Posts
Bagikan :
        

Post navigation

Previous: Dekat Dengan Rumah dan Kandang, Kebakaran Rumpun Bambu di Desa Jabung Mlarak Bikin Panik Warga
Next: Harga Sayuran Krisik Pudak Bubruk, Dijual Serba 1000 Rupiah di Tingkat Petani

Related Stories

Gabah11
  • Headline
  • Jelajah

Lakalantas di Jalan Raya Ponorogo Madiun, Pengendara Scoopy Hindari Muatan Gabah yang Terjatuh dari Truk

Gema Surya FM Rabu 22 April 2026 | 11:03 WIB
Imam
  • Jelajah

Tahun Ini, akan Ada 6 Jabatan Kepala Dinas yang Kosong Karena Pensiun

Gema Surya FM Rabu 22 April 2026 | 10:55 WIB
Maggot
  • Jelajah

Tutupi Biaya Operasional yang Membengkak, TPS3R Kelurahan Surodikraman Mulai Ternak Maggot

Gema Surya FM Rabu 22 April 2026 | 10:53 WIB

Dengarkan siaran Gema Surya FM melalui live streaming dan simak berita-berita terkini Kabupaten Ponorogo dan sekitarnya
  • Profile
  • News
  • Tarif Iklan
  • Live Streaming
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Babadan
  • Badegan
  • Balong
  • Bungkal
  • Jambon
  • Jenangan
  • Jetis
  • Mlarak
  • Kauman
  • Ngebel
  • Ngrayun
  • Ponorogo
  • Pulung
  • Sambit
  • Sawoo
  • Sampung
  • Siman
  • Slahung
  • Sooko
  • Sukorejo
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.