Skip to content
Gema Surya FM

Gema Surya FM

Inspiratif, Akurat

Berita Terkini

  • BPBD Ponorogo Diserbu Puluhan Siswa PAUD
  • Puluhan Siswa PAUD Kunjungi BPBD, Dapat Edukasi Kesiapsiagaan Bencana Sejak Dini
  • DPRD Jatim Sidak Aktivitas Pertambangan di Wilayah Ngebel, Komisi D akan Tolak Penambahan Lokasi Tambang Baru
  • Desa Bringinan Jambon Harumkan Ponorogo, Raih Juara 4 Nasional Perlindungan Pekerja Migran
  • EMT RSU Aisyiyah Ponorogo Mulai Sasar Kampung Transmigrasi Aceh Tengah Untuk Layanan Kesehatan
Primary Menu
  • Home
  • Station Info
    • Profile
    • Data Teknik
    • Tarif Iklan
  • News
  • Podcast
  • Live Stream
  • Kontak
ON AIR
  • Home
  • 2024
  • Juni
  • 13
  • LPG 3 Kg Masih Langka, Konsumen Mulai Beralih ke Gas Pink Meski Tabung Pinjam Dulu ke Pangkalan
  • Headline
  • Jelajah

LPG 3 Kg Masih Langka, Konsumen Mulai Beralih ke Gas Pink Meski Tabung Pinjam Dulu ke Pangkalan

Gema Surya FM Kamis 13 Juni 2024 | 11:40 WIB
Bright

Sulitnya mencari gas LPG 3 kg hingga saat ini memaksa konsumen untuk memutar otak mendapatkan bahan bakar agar tetap bisa memasak. Setelah permintaan arang meningkat, kini masyarakat mulai melirik gas LPG ukuran 5,5 kg.

Namun, karena banyak yang tak mampu membeli tabungnya, banyak yang akhirnya meminjam sementara ke pengusaha pangkalan.

Iwan Wijanarko, pemilik pangkalan di kawasan kota, menyampaikan bahwa harga tabung gas LPG 5,5 kg sangat mahal sehingga banyak konsumennya tidak mampu membeli. “Rata-rata konsumen saya adalah kalangan rumah tangga miskin dan pedagang kecil. Karena merasa kasihan, akhirnya saya merelakan tabung gas 5,5 kg dipinjam dahulu, yang penting isinya mereka beli,” kata Iwan.

Menurut Iwan, banyak konsumen terpaksa membeli gas non-subsidi karena harus berjualan. “Jika tetap mencari yang subsidi, waktu dan tenaga terbuang sia-sia, ujung-ujungnya tak bisa berdagang,” ujarnya. Ia mengakui selisih harga gas LPG subsidi dan non-subsidi cukup besar. Gas LPG 5,5 kg seharga Rp 110 ribu, sementara yang subsidi dengan isi 3 kg hanya Rp 16 ribu. Untuk ukuran 12,5 kg, harganya mencapai Rp 210 ribu.

Iwan tidak mengetahui kapan kondisi ini akan normal kembali. “Sebenarnya untuk pangkalan saya tidak ada permasalahan karena pasokan dari agen lancar. Hanya saja, permintaan dari konsumen meningkat, banyak yang bukan pelanggan tetap minta. Itu wajar, karena apapun yang disubsidi, berdasarkan pengalaman saya, selalu sama dimana akan menghilang jika masyarakat butuh,” pungkasnya.

About the Author

Gema Surya FM

Author

View All Posts
Bagikan :
        

Post navigation

Previous: 10 Wajah Baru Anggota DPRD Terpilih Wajib Sampaikan Harta Kekayaannya Sebelum Dilantik
Next: Dinsos Akui Tangani Puluhan Orang Terlantar, Didominasi ODGJ

Related Stories

BP
  • Jelajah

BPBD Ponorogo Diserbu Puluhan Siswa PAUD

Gema Surya FM Kamis 22 Januari 2026 | 07:25 WIB
bobd
  • Jelajah

Puluhan Siswa PAUD Kunjungi BPBD, Dapat Edukasi Kesiapsiagaan Bencana Sejak Dini

Gema Surya FM Rabu 21 Januari 2026 | 15:34 WIB
ld.jpg
  • Headline
  • Jelajah

DPRD Jatim Sidak Aktivitas Pertambangan di Wilayah Ngebel, Komisi D akan Tolak Penambahan Lokasi Tambang Baru

Gema Surya FM Rabu 21 Januari 2026 | 13:02 WIB

Dengarkan siaran Gema Surya FM melalui live streaming dan simak berita-berita terkini Kabupaten Ponorogo dan sekitarnya
  • Profile
  • News
  • Tarif Iklan
  • Live Streaming
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Babadan
  • Badegan
  • Balong
  • Bungkal
  • Jambon
  • Jenangan
  • Jetis
  • Mlarak
  • Kauman
  • Ngebel
  • Ngrayun
  • Ponorogo
  • Pulung
  • Sambit
  • Sawoo
  • Sampung
  • Siman
  • Slahung
  • Sooko
  • Sukorejo
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.