Skip to content
Gema Surya FM

Gema Surya FM

Inspiratif, Akurat

Berita Terkini

  • Peringati Hari Bumi, Kelompok Peduli Sungai Pasang Barikade Ban di Sungai Tambak Kemangi
  • Kemenhaj Ponorogo Ingatkan Jemaah Patuhi Aturan Barang Bawaan Pesawat
  • Jalur Jeruksing–Jabung Akhirnya Diperbaiki Tahun Ini, Anggaran Capai Rp3,5 Miliar
  • Aksi Penjambretan Gagal, Korban Pertahankan Tas Berisi Rp60 Juta di Bungkal Ponorogo
  • Viral Jalan Rusak Parah di Jalur Kesugihan–Ngebel, Kerap Picu Kecelakaan Tunggal
Primary Menu
  • Home
  • Station Info
    • Profile
    • Data Teknik
    • Tarif Iklan
  • News
  • Podcast
  • Live Stream
  • Kontak
ON AIR
  • Home
  • 2024
  • Februari
  • 23
  • Kasus Dugaan Perundungan Siswi SD di Selur Ngrayun, Sudah Diselesaikan Secara Kekeluargaan
  • Jelajah

Kasus Dugaan Perundungan Siswi SD di Selur Ngrayun, Sudah Diselesaikan Secara Kekeluargaan

Gema Surya FM Jumat 23 Februari 2024 | 14:33 WIB
BULLY

Sosial media sempat dihebohkan dengan dugaan kasus perundungan yang menimpa seorang siswi kelas 3 SD di Desa Selur, Kecamatan Ngrayun. Bocah 8 tahun itu dikabarkan mengalami trauma dan ketakutan untuk kembali ke sekolah pasca di-bully oleh teman-temannya. Bahkan, siswi itu juga sempat menjadi korban aksi kekerasan fisik, dengan dipukul dan ditendang hingga mengalami luka-luka. Selain itu, korban diancam akan dibunuh jika melapor.

Kepala Desa Selur Ngrayun, Suprapto, membenarkan kejadian tersebut. Namun Ia enggan memberikan keterangan karena bukan ranahnya.

Suprapto menegaskan, bahwa kasus tersebut telah diselesaikan secara kekeluargaan dan dianggap sudah clear. Dirinya tidak ingin masalah tersebut melebar kemana-mana yang justru menjadikan suasana didesanya tidak kondusif .

“Kasusnya sudah diselesaikan secara kekeluargaan. Pemdes telah mempertemukan kedua orang tua korban dan pelaku, komite sekolah, kepala sekolah, dan guru,” ungkap Suprapto saat diwawancarai.

Meskipun kasus tersebut sudah dianggap selesai oleh pihak desa, Suprapto menyampaikan, pihak sekolah siap membantu korban dengan membawanya ke seorang psikiater untuk mengatasi trauma yang dialaminya.

Suprapto menilai bahwa kejadian ini bisa jadi dipicu oleh penggunaan handphone tanpa pendampingan terhadap anak-anak.

Dijelaskan, kasus perundungan ini bermula dari korban yang dikenal sebagai anak pintar ini pulang lebih cepat setelah menyelesaikan soal ulangan di sekolah. Namun ada salah satu teman korban merasa sakit hati karena tidak mendapatkan contekan. Mereka kemudian mengajak teman-temannya untuk melakukan perundungan. Karena korban dan pelaku masih berusia 7-8 tahun, masalah ini akhirnya diselesaikan dengan pendekatan restorative justice. Saat ini, korban telah kembali ke sekolah.

About the Author

Gema Surya FM

Author

View All Posts
Bagikan :
        

Post navigation

Previous: Satpol PP Evakuasi Orang Terlantar di Alon-Alon Ponorogo, Ditemukan dalam Keadaan Sakit
Next: Rekapitulasi Suara Pemilu 2024 di Ponorogo Nihil Koreksi dan Gugatan

Related Stories

HRB
  • Jelajah

Peringati Hari Bumi, Kelompok Peduli Sungai Pasang Barikade Ban di Sungai Tambak Kemangi

Gema Surya FM Rabu 22 April 2026 | 13:47 WIB
MARJUNI
  • Jelajah

Kemenhaj Ponorogo Ingatkan Jemaah Patuhi Aturan Barang Bawaan Pesawat

Gema Surya FM Rabu 22 April 2026 | 13:42 WIB
James
  • Headline
  • Jelajah

Jalur Jeruksing–Jabung Akhirnya Diperbaiki Tahun Ini, Anggaran Capai Rp3,5 Miliar

Gema Surya FM Rabu 22 April 2026 | 13:28 WIB

Dengarkan siaran Gema Surya FM melalui live streaming dan simak berita-berita terkini Kabupaten Ponorogo dan sekitarnya
  • Profile
  • News
  • Tarif Iklan
  • Live Streaming
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Babadan
  • Badegan
  • Balong
  • Bungkal
  • Jambon
  • Jenangan
  • Jetis
  • Mlarak
  • Kauman
  • Ngebel
  • Ngrayun
  • Ponorogo
  • Pulung
  • Sambit
  • Sawoo
  • Sampung
  • Siman
  • Slahung
  • Sooko
  • Sukorejo
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.