Skip to content
Gema Surya FM

Gema Surya FM

Inspiratif, Akurat

Berita Terkini

  • Harga Sayur Naik Jelang Idul Adha, Cabai Rawit Tembus Rp71 Ribu per Kg
  • Pemkab Ponorogo Salurkan 6 Sapi Kurban di Idul Adha Tahun ini
  • Sempat Viral Tidak Menyembelih Hewan Kurban, Akhirnya Mushola di Dukuh Krajan Desa Wonodadi Ngrayun Dapat Bantuan Hewan Kurban
  • Sapi Bantuan Presiden untuk Ponorogo Disalurkan ke Masjid Jami’ Tegalsari Jetis
  • Pangdam V Brawijaya Tinjau Persiapan Pembangunan Brigif TP dan Yonif TP di Pulung
Primary Menu
  • Home
  • Station Info
    • Profile
    • Data Teknik
    • Tarif Iklan
  • News
  • Podcast
  • Live Stream
  • Kontak
ON AIR
  • Home
  • 2022
  • Mei
  • 5
  • Jaga Kekompakan, Desa Bringinan Jambon Pertahankan Tradisi Mbarak Saat Lebaran
  • Jelajah

Jaga Kekompakan, Desa Bringinan Jambon Pertahankan Tradisi Mbarak Saat Lebaran

Gema Surya FM Kamis 5 Mei 2022 | 07:45 WIB
mbarak

Tradisi mbarak atau silaturrahmi keliling ke rumah-rumah saat lebaran, masih sangat kental di sejumlah wilayah di Ponorogo. Selepas sholat ied, warga akan mendatangi satu-persatu rumah tetangganya. Rombongan yang dibawa tiap keluarga pun bisa dikelompokkan dalam kategori usia.

Jika yang sudah menikah, mereka mengajak pasangannya. Jika yang masih remaja, mereka bakal berkumpul dengan teman sebayanya. Sedangkan, anak kecil yang bakal kebagian berkah lebih lantaran bakal dapat uang lebaran dari tiap tetangga. Salah satu desa yang masih menjaga tradisi mbarak adalah Bringinan Jambon.

Subarno, kepala desa setempat menjelaskan kalau dulu ketika rumah warga masih luas, bisa menerima tamu hingga ratusan orang sekaligus. Tapi sekarang tidak seluas dulu, sehingga jumlah pembarak harus dipecah-pecah. Biasanya yang mbarak, adalah kalangan pemuda yang tergabung dalam jamaah sholat mushola.  Setiap musholla memiliki 70 jamaah, sehingga biasanya dipecah jadi 2 atau 3 kelompok secara bergantian dalam silaturrahmi.

Yang unik dari tradisi tersebut, wajib dilakukan jalan kaki, sehingga selain menyehatkan juga bebas polusi. Dirinya lanjut Barno sebelum jadi kepala desa, juga menjadi bagian dari anggota mbarak, tapi ketika jadi Kades, menjadi dituakan sehingga jadi pihak yang dikunjungi. Menurutnya tradisi mbarak wajib dipertahankan mengingat menjaga silaturrahmi dan kekompakan di antara warga. Saat pandemi lalu, mbarak sempat terhenti karena tidak ada yang menggelar open house tapi lebaran ini semua kegiatan dan tradisi lebaran normal kembali.

About the Author

Gema Surya FM

Author

View All Posts
Bagikan :
        

Post navigation

Previous: Bupati Mutasi 3 Jabatan Eselon 3, Satu Kabid Turun Jadi Staf Biasa di Kecamatan Pudak
Next: Sapi Perah Sembuh PMK , Produksi Susu Turun 75 Prosen

Related Stories

Enam sapi di bagikan Pemkab Ponorogo saat idul adha tahun ini (foto: Istimewa)
  • Jelajah

Pemkab Ponorogo Salurkan 6 Sapi Kurban di Idul Adha Tahun ini

Gema Surya FM Kamis 28 Mei 2026 | 11:34 WIB
Cabai Rawit Tembus Rp71 Ribu per Kg (foto: Istimewa)
  • Jelajah

Harga Sayur Naik Jelang Idul Adha, Cabai Rawit Tembus Rp71 Ribu per Kg

Gema Surya FM Kamis 28 Mei 2026 | 11:41 WIB
mushola di dukuh krajan desa Wonodadi Ngrayun dapat bantuan hewan kurban (foto: Hengki)
  • Headline
  • Jelajah

Sempat Viral Tidak Menyembelih Hewan Kurban, Akhirnya Mushola di Dukuh Krajan Desa Wonodadi Ngrayun Dapat Bantuan Hewan Kurban

Gema Surya FM Kamis 28 Mei 2026 | 11:20 WIB

Dengarkan siaran Gema Surya FM melalui live streaming dan simak berita-berita terkini Kabupaten Ponorogo dan sekitarnya
  • Profile
  • News
  • Tarif Iklan
  • Live Streaming
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Babadan
  • Badegan
  • Balong
  • Bungkal
  • Jambon
  • Jenangan
  • Jetis
  • Mlarak
  • Kauman
  • Ngebel
  • Ngrayun
  • Ponorogo
  • Pulung
  • Sambit
  • Sawoo
  • Sampung
  • Siman
  • Slahung
  • Sooko
  • Sukorejo
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.