Skip to content
Gema Surya FM

Gema Surya FM

Inspiratif, Akurat

Berita Terkini

  • BPBD Ponorogo Diserbu Puluhan Siswa PAUD
  • Puluhan Siswa PAUD Kunjungi BPBD, Dapat Edukasi Kesiapsiagaan Bencana Sejak Dini
  • DPRD Jatim Sidak Aktivitas Pertambangan di Wilayah Ngebel, Komisi D akan Tolak Penambahan Lokasi Tambang Baru
  • Desa Bringinan Jambon Harumkan Ponorogo, Raih Juara 4 Nasional Perlindungan Pekerja Migran
  • EMT RSU Aisyiyah Ponorogo Mulai Sasar Kampung Transmigrasi Aceh Tengah Untuk Layanan Kesehatan
Primary Menu
  • Home
  • Station Info
    • Profile
    • Data Teknik
    • Tarif Iklan
  • News
  • Podcast
  • Live Stream
  • Kontak
ON AIR
  • Home
  • 2021
  • November
  • 1
  • Petani Enggan Simpan Gabah, Dipertahankan Ingatkan Jangan Terlena Soal Harga
  • Jelajah

Petani Enggan Simpan Gabah, Dipertahankan Ingatkan Jangan Terlena Soal Harga

Gema Surya FM Senin 1 November 2021 | 11:33 WIB
Gabah Ilustrasi
Gambar ilustrasi gabah

Adanya fenomena sebagian petani yang pilih menjual gabahnya dalam keadaan kering sawah, mengundang perhatian Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (DIPERTAHANKAN) Ponorogo.

OPD yang dipimpin drh. Andi Susetyo tersebut berharap, petani tetap menyisihkan sebagian hasil panennya untuk cadangan pangan. Apalagi pemerintah masih getol menggerakan program lumbung pangan sebagai upaya ketahanan pangan. 

Seperti disampaikan Medi Susanto, Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura, Ponorogo merupakan daerah penyangga pangan, sehingga jangan sampai  nantinya mencari beras dari luar daerah karena stok di Ponorogo sudah habis.

Diakui saat ini petani tergiur dengan harga di mana kering sawah lebih tinggi dibanding dengan kering giling. Pantauannya gabah kering sawah bisa  mencapai Rp5.000, sementara kering giling justru lebih rendah yakni Rp4.700 per kilogramnya.

Untuk menyimpan gabah sendiri, petani juga masih harus mengeluarkan biaya dan tempat luas lagi dari proses penjemuran hingga pemutihan. Tetapi petani tidak boleh terlena dengan kondisi seperti ini karena harga sewaktu waktu bisa berubah.

Fenomena seperti ini juga karena hasil panen melimpah, namun bisa saja karena bencana alam, kondisi berbalik arah menjadi paceklik. Karenanya cadangan pangan wajib ada. Pihaknya yakin petani saat ini sudah cerdas  di mana bisa memperkirakan sendiri antara kebutuhan pangan dan bisnis. (rl/ab) 

About the Author

Gema Surya FM

Author

View All Posts
Bagikan :
        

Post navigation

Previous: Pemdes Karangpatihan Balong Akan Jual “Masa Lalu” Lewat Pembangunan Museum
Next: Tabrak Lari Dijalan Raya Solo Kauman Somoroto, 1 Pemotor Meninggal Dunia

Related Stories

BP
  • Jelajah

BPBD Ponorogo Diserbu Puluhan Siswa PAUD

Gema Surya FM Kamis 22 Januari 2026 | 07:25 WIB
bobd
  • Jelajah

Puluhan Siswa PAUD Kunjungi BPBD, Dapat Edukasi Kesiapsiagaan Bencana Sejak Dini

Gema Surya FM Rabu 21 Januari 2026 | 15:34 WIB
ld.jpg
  • Headline
  • Jelajah

DPRD Jatim Sidak Aktivitas Pertambangan di Wilayah Ngebel, Komisi D akan Tolak Penambahan Lokasi Tambang Baru

Gema Surya FM Rabu 21 Januari 2026 | 13:02 WIB

Dengarkan siaran Gema Surya FM melalui live streaming dan simak berita-berita terkini Kabupaten Ponorogo dan sekitarnya
  • Profile
  • News
  • Tarif Iklan
  • Live Streaming
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Babadan
  • Badegan
  • Balong
  • Bungkal
  • Jambon
  • Jenangan
  • Jetis
  • Mlarak
  • Kauman
  • Ngebel
  • Ngrayun
  • Ponorogo
  • Pulung
  • Sambit
  • Sawoo
  • Sampung
  • Siman
  • Slahung
  • Sooko
  • Sukorejo
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.