
Warga Dua Dukuh di Dayakan Badegan Tidak Lagi Minta Bantuan Air Bersih ke BPBD (Foto: Ilustrasi)
Warga Desa Dayakan, Kecamatan Badegan, Kabupaten Ponorogo kini tidak lagi mengalami krisis air bersih saat puncak musim kemarau. Dua unit sumur bor yang dibangun pada akhir tahun 2024 dan 2025 mampu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat, sehingga desa yang selama ini menjadi langganan kekeringan tidak lagi bergantung pada bantuan dropping air dari BPBD Ponorogo.
Kepala Desa Dayakan, Misno, mengatakan keberadaan dua sumur bor tersebut membawa perubahan besar bagi masyarakat. Menurutnya, selama bertahun-tahun Desa Dayakan selalu menjadi salah satu wilayah yang mengajukan permohonan bantuan air bersih setiap musim kemarau. Namun, kondisi itu kini sudah tidak lagi terjadi.
“Alhamdulillah, sejak dua sumur bor ini berfungsi, masyarakat sudah tidak lagi mengalami kesulitan air bersih saat musim kemarau. Tahun ini kami tidak mengajukan dropping air ke BPBD karena kebutuhan warga sudah bisa terpenuhi dari sumur bor yang ada,” ujar Misno.
Ia menjelaskan, sebelum adanya sumur bor, Pemerintah Desa Dayakan hampir setiap tahun mengajukan permohonan bantuan air bersih kepada BPBD Ponorogo. Bahkan, pada bulan Juli hingga puncak kemarau, pengiriman air dilakukan hingga dua kali dalam sepekan untuk memenuhi kebutuhan warga yang kesulitan mendapatkan air bersih.
Menurut Misno, dua sumur bor tersebut dibangun di Dukuh Watu Agung Lor dan Dukuh Watu Agung Kidul. Selain itu, warga Dukuh Jurang Sempu juga mendapat tambahan satu unit sumur bor bantuan dari LazisNU yang diperuntukkan memenuhi kebutuhan air di lingkungan taman kanak-kanak serta masyarakat sekitar.
“Bantuan sumur bor dari Polres Ponorogo dan program pipanisasi dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur benar-benar sangat membantu masyarakat. Ditambah lagi ada bantuan sumur bor dari LazisNU di Dukuh Jurang Sempu, sehingga kini akses air bersih semakin merata dan warga lebih tenang menghadapi musim kemarau,” katanya.
Misno berharap seluruh sarana penyediaan air bersih tersebut dapat terus dirawat bersama agar manfaatnya bisa dirasakan masyarakat dalam jangka panjang. Ia juga berharap dukungan berbagai pihak terhadap penyediaan infrastruktur air bersih terus berlanjut sehingga tidak ada lagi wilayah di Desa Dayakan yang mengalami kesulitan air saat musim kemarau tiba.



