
Fenomena Belerang Naik di Telaga Ngebel (Foto: Istimewa)
Cuaca dingin ekstrem yang melanda wilayah Ponorogo dan sekitarnya mulai berdampak pada ekosistem di Telaga Ngebel. Fenomena tahunan yang dikenal masyarakat dengan sebutan belareng kembali terjadi dan menyebabkan sejumlah ikan mengalami kondisi mabuk atau megap-megap di permukaan air. Kondisi tersebut mulai terlihat dalam beberapa hari terakhir, terutama saat suhu udara di kawasan Telaga Ngebel turun cukup drastis akibat musim kemarau.
Langgeng, salah seorang petani keramba di Telaga Ngebel, mengatakan fenomena belareng kali ini paling berdampak pada ikan ngongok, yakni ikan endemik Telaga Ngebel. Menurutnya, ikan-ikan tersebut banyak ditemukan mengapung di permukaan air pada malam hingga dini hari karena kekurangan oksigen akibat perubahan kondisi perairan.
“Yang paling terdampak memang ikan ngongok. Kalau cuaca sangat dingin seperti sekarang, banyak yang mabuk dan mengapung di permukaan air, terutama malam sampai menjelang pagi. Hampir setiap tahun fenomena seperti ini muncul ketika suhu udara turun ekstrem,” ujar Langgeng.
Fenomena tersebut justru menjadi daya tarik bagi para pemburu ikan. Ikan ngongok yang mabuk menjadi lebih mudah ditangkap sehingga banyak warga, bahkan penembak ikan dari luar daerah, berdatangan ke Telaga Ngebel untuk berburu. Mereka memanfaatkan kondisi ikan yang lemah dengan menggunakan senjata pasir atau senapan angin.
Meski demikian, Langgeng memastikan fenomena belareng hingga saat ini belum berdampak pada ikan budidaya milik para petani keramba. Jenis ikan seperti nila, gurami, dan lele masih dalam kondisi aman dan belum ditemukan adanya kematian massal. Para petani tetap meningkatkan pengawasan terhadap keramba sebagai langkah antisipasi apabila kondisi cuaca dingin terus berlanjut.
“Alhamdulillah untuk ikan budidaya seperti nila, gurami, dan lele masih aman. Kami tetap memantau kondisi keramba setiap hari agar kalau ada perubahan bisa segera diantisipasi. Semoga cuaca segera membaik sehingga dampaknya tidak semakin meluas,” katanya.
Menurut Langgeng, fenomena belareng diperkirakan masih akan berlangsung selama suhu udara di kawasan Telaga Ngebel tetap dingin dan angin kencang masih berembus. Karena itu, para petani keramba berharap kondisi cuaca segera kembali normal agar ekosistem telaga tetap terjaga dan aktivitas budidaya ikan tidak terganggu. Sementara bagi masyarakat yang memanfaatkan fenomena tersebut untuk berburu ikan, diimbau tetap menjaga kelestarian Telaga Ngebel agar populasi ikan endemik tidak mengalami penurunan.



