
Tangkal Berita Hoaks di Medsos, Kominfo Statistik Bekali KIM Jurnalistik (Foto: Istimewa)
Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfo) Kabupaten Ponorogo terus memperkuat peran Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) sebagai garda terdepan dalam menangkal penyebaran berita hoaks di tengah derasnya arus informasi di media sosial. Melalui pemberdayaan KIM yang tersebar di desa dan kelurahan, pemerintah berharap masyarakat memperoleh informasi yang akurat, edukatif, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Kepala Dinas Kominfo dan Statistik Ponorogo, Sapto Djatmiko Tjipto Rahardjo, mengatakan KIM merupakan lembaga layanan publik yang dibentuk dan dikelola secara mandiri oleh masyarakat. Keberadaan KIM didorong menjadi clearing house informasi, yakni tempat menjernihkan berbagai informasi yang beredar sebelum diterima masyarakat secara luas.
“Kami mengibaratkan KIM seperti sebuah rumah yang bertugas menjernihkan informasi. Di tengah banjir informasi di media sosial, KIM harus mampu menangkal hoaks sekaligus menyajikan fakta yang utuh sehingga masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang menyesatkan,” ujar Sapto.
Menurutnya, tantangan terbesar di era digital saat ini adalah maraknya konten yang lebih mengedepankan sensasi dan kontroversi demi menarik perhatian publik. Kondisi tersebut membuat masyarakat harus semakin cermat dalam memilah informasi yang diterima.
Karena itu, ratusan KIM yang telah terbentuk di Kabupaten Ponorogo diharapkan mampu menjadi penyeimbang dengan menghadirkan informasi yang benar, edukatif, serta tidak mengandung fitnah maupun hoaks. Sapto menegaskan kritik terhadap kebijakan pemerintah tetap diperbolehkan, namun harus disampaikan berdasarkan fakta dan data, bukan opini yang dapat menyesatkan masyarakat.
“KIM harus menjadi bagian dari upaya mencerdaskan masyarakat melalui informasi yang benar. Kritik itu boleh, tetapi harus berbasis fakta dan data sehingga tidak menimbulkan disinformasi maupun hoaks,” tegasnya.
Sapto menambahkan, KIM memiliki peran strategis sebagai ujung tombak penyebarluasan informasi dari tingkat desa dan kelurahan. Di tengah derasnya arus informasi digital, KIM diharapkan mampu menghadirkan narasi yang menarik tanpa meninggalkan prinsip-prinsip jurnalistik.
Untuk meningkatkan kapasitas anggotanya, Diskominfo dan Statistik Ponorogo menggelar Rapat Koordinasi dan Pendampingan Teknis Penulisan Jurnalistik bagi KIM se-Kabupaten Ponorogo secara hybrid pada Rabu (22/7/2026). Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi dari praktisi jurnalistik, mulai dari teknik menemukan nilai berita hingga praktik menyusun karya jurnalistik yang baik.
Melalui pendampingan tersebut, anggota KIM diharapkan semakin memahami kaidah jurnalistik serta mampu menghasilkan konten informasi yang akurat, menarik, dan bermanfaat bagi masyarakat. Dengan begitu, KIM dapat menjalankan fungsinya sebagai penyeimbang informasi di ruang digital sekaligus menghadirkan informasi yang mencerdaskan masyarakat.



