
Mulai Menghangat Bursa Calon Wakil Bupati Ponorogo, Partai Golkar Akui Ada Beberapa Nama yang Ingin Maju (Foto: Yudi)
Bursa calon Wakil Bupati Ponorogo mulai menghangat di tengah proses hukum yang masih dijalani Bupati nonaktif Sugiri Sancoko. Sejumlah figur dari berbagai latar belakang mulai menjalin komunikasi politik dengan partai-partai pengusung sebagai langkah awal menghadapi kemungkinan dibukanya proses pengisian jabatan Wakil Bupati Ponorogo sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Salah satu partai yang mulai menerima komunikasi dari sejumlah tokoh adalah DPD Partai Golkar Kabupaten Ponorogo.
Ketua DPD Partai Golkar Ponorogo, Eko Priyo Utomo, mengungkapkan hingga saat ini sedikitnya sudah ada lima nama yang menjalin komunikasi dengan Partai Golkar untuk maju sebagai calon Wakil Bupati Ponorogo. Menurutnya, figur-figur tersebut berasal dari berbagai kalangan, mulai kader internal partai, tokoh masyarakat, mantan birokrat, hingga tokoh dari luar Kabupaten Ponorogo.
“Sudah ada sekitar lima nama yang berkomunikasi dengan Partai Golkar. Mereka berasal dari berbagai latar belakang, ada kader internal, tokoh lokal, mantan birokrat, hingga figur dari luar Ponorogo. Namun komunikasi ini masih bersifat awal dan belum mengarah pada keputusan apa pun,” ujar Eko Priyo Utomo.
Meski komunikasi politik mulai berlangsung, Eko menegaskan Partai Golkar belum melakukan proses penyaringan maupun mengerucutkan nama calon. Menurutnya, langkah tersebut sengaja dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap proses hukum yang masih berjalan serta untuk menghindari spekulasi politik yang berlebihan.
Ia menjelaskan, komunikasi nonformal yang dilakukan saat ini merupakan bentuk antisipasi agar ketika mekanisme pengisian jabatan Wakil Bupati resmi dibuka, partai telah memiliki gambaran mengenai figur-figur yang berpotensi diusulkan. Dengan demikian, proses politik nantinya dapat berjalan lebih cepat dan sesuai ketentuan yang berlaku.
Kami menghormati seluruh proses hukum yang masih berjalan. Karena itu, Golkar belum melakukan penyaringan ataupun mengerucutkan nama. Komunikasi yang ada saat ini hanya sebagai langkah antisipasi agar ketika mekanisme pengisian jabatan dibuka sesuai undang-undang, kami sudah memiliki gambaran calon yang akan dipertimbangkan,” katanya.
Eko juga mengakui namanya menjadi salah satu kader internal Partai Golkar yang berpeluang diusulkan apabila proses pengisian jabatan Wakil Bupati Ponorogo benar-benar dilaksanakan. Meski demikian, ia menegaskan keputusan akhir bukan ditentukan oleh individu, melainkan melalui mekanisme partai serta kesepakatan koalisi pengusung Pilkada.
Menurutnya, seluruh tahapan akan dilakukan sesuai aturan yang berlaku sehingga siapa pun yang nantinya diusulkan merupakan hasil keputusan bersama demi menjaga stabilitas pemerintahan dan kepentingan masyarakat Kabupaten Ponorogo.



