
tkp kecelakaan tunggal truk pembawa genteng (foto: AKP Badri)
Kecelakaan tunggal terjadi di Jalan Raya Ponorogo–Trenggalek, tepatnya di Dukuh Kebatan, Desa Campurejo, Kecamatan Sambit, Kabupaten Ponorogo, Kamis (25/6/2026) sekitar pukul 18.30 WIB. Sebuah truk bermuatan genteng bernomor polisi AE 9345 SG terguling setelah diduga menghindari sepeda motor yang tiba-tiba berbelok mendadak.
Gunaryo, salah seorang saksi mata, mengatakan saat kejadian dirinya sedang dalam perjalanan menuju Bibis, Sambit. Tiba-tiba ia melihat truk bermuatan genteng terguling di badan jalan dan langsung memberikan pertolongan karena sopir truk merupakan rekannya.
“Saya kebetulan sedang perjalanan ke arah Bibis. Tiba-tiba melihat truk genteng terguling. Sopirnya teman saya, jadi langsung saya tolong. Dari cerita sopir, truk banting setir karena menghindari motor yang mendadak belok tanpa menyalakan lampu belakang,” ujar Gunaryo.
Menurut keterangan yang diterimanya, truk yang dikemudikan Wahid, warga Kecamatan Sawoo, bersama seorang kernet melaju dari arah timur ke barat. Saat berusaha menghindari sepeda motor yang tiba-tiba berbelok, sopir membanting setir hingga salah satu ban keluar dari badan jalan. Muatan genteng yang cukup berat membuat truk kehilangan keseimbangan dan akhirnya terguling.
Akibat kejadian tersebut, sopir dan kernet selamat tanpa mengalami luka. Namun, keduanya mengalami syok. Sebagian muatan genteng juga pecah berserakan di jalan sehingga arus lalu lintas sempat tersendat.
Sementara itu, Kapolsek Sambit AKP Badri membenarkan peristiwa tersebut. Menurutnya, kecelakaan dipicu upaya sopir menghindari sepeda motor yang identitasnya belum diketahui.
“Benar, truk terguling setelah sopir berusaha menghindari sepeda motor yang tiba-tiba belok. Karena setir dibanting terlalu kuat sementara muatan cukup berat, kendaraan akhirnya terguling. Tidak ada korban jiwa, hanya kerugian material sekitar satu juta rupiah akibat genteng yang pecah,” jelas AKP Badri.
AKP Badri mengimbau seluruh pengguna jalan agar selalu berhati-hati dan mematuhi aturan lalu lintas, termasuk memberikan isyarat saat akan berbelok, guna mencegah kecelakaan serupa terulang.



