
Proses evakuasi wanita yang terjegur sumur (foto: yudi)
Peristiwa menegangkan dialami seorang perempuan paruh baya di Kelurahan Singosaren, Kecamatan Ponorogo, Selasa sore (23/6/2026). Indanah (53), warga Jalan Niken Gandini, tercebur ke dalam sumur gali sedalam sekitar 15 meter saat berada di rumahnya.
Beruntung, nyawa korban berhasil diselamatkan setelah petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo melakukan evakuasi. Korban diduga terpeleset ketika hendak mengambil air untuk berwudhu.
Rahma Sari, tetangga korban, mengaku sempat mendengar suara benda jatuh dari arah rumah korban. Tak lama kemudian terdengar teriakan minta tolong yang membuat warga sekitar berdatangan.
“Awalnya saya mendengar suara benda jatuh. Setelah dicari ke beberapa ruangan rumah, ternyata ada suara minta tolong dari dalam sumur di area dapur. Warga kemudian berdatangan dan berusaha mencari sumber suara hingga diketahui Bu Indanah berada di dasar sumur,” ujar Rahma.
Korban kemudian bertahan di dalam sumur sambil menunggu bantuan datang. Warga tidak berani melakukan evakuasi sendiri karena kedalaman sumur cukup ekstrem.
Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Ponorogo, Agung Prasetyo, mengatakan saat petugas tiba di lokasi korban masih dalam kondisi sadar dan mampu berkomunikasi dengan warga maupun tim penyelamat.
“Saat ditemukan korban masih sadar dan bisa berkomunikasi. Diduga korban terpeleset saat mengambil air dari sumur gali,” kata Agung.
Menurutnya, petugas sempat mencoba mengevakuasi korban menggunakan tangga yang diturunkan ke dalam sumur. Namun upaya tersebut tidak berhasil karena kondisi korban sudah lemas dan mengalami syok.
“Karena korban sudah lemas, kami akhirnya menggunakan metode katrol dengan menurunkan personel ke dasar sumur. Proses evakuasi berlangsung sekitar 30 menit hingga korban berhasil diangkat ke permukaan dalam keadaan selamat,” tambahnya.
Setelah berhasil dievakuasi, korban langsung dibawa ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Agung juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan aspek keselamatan di sekitar sumur, terutama yang berada di area rumah dan masih digunakan untuk aktivitas sehari-hari.
“Lokasi sumur yang berada di area dapur cukup berisiko, apalagi bagi lansia yang masih beraktivitas sendiri. Kami berharap keluarga dapat menambah pengaman agar kejadian serupa tidak terulang,” pungkasnya.



