
Ilustrasi
Musim libur panjang sekolah tahun ini belum mampu mendongkrak permintaan jasa biro perjalanan di Kabupaten Ponorogo. Sejumlah pelaku usaha travel justru mengaku mengalami penurunan pesanan dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Salah satunya dirasakan Mulyadi, pemilik biro perjalanan asal Kecamatan Badegan. Ia mengaku jumlah pesanan pada musim liburan kali ini turun sekitar 25 persen.
“Kalau dibandingkan libur panjang sekolah tahun lalu, pesanan turun sekitar 25 persen. Dulu jauh hari sebelum liburan sudah banyak yang memesan, sekarang peningkatannya hampir sama seperti akhir pekan biasa,” ujar Mulyadi.
Menurutnya, belum diketahui secara pasti penyebab turunnya minat masyarakat untuk berwisata. Namun, kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih diduga menjadi salah satu faktor penyebab.
“Bisa jadi karena kondisi ekonomi masyarakat yang belum baik-baik saja. Selain itu, banyak orang tua yang lebih memprioritaskan kebutuhan pendidikan anak daripada berwisata,” katanya.
Mulyadi juga menilai faktor budaya turut memengaruhi penurunan pesanan. Sebagian masyarakat Jawa masih menghindari bepergian pada bulan Suro.
“Biasanya kalau musim liburan ramai, mencari armada bus saja sulit dan harus antre. Sekarang justru banyak pihak yang menawarkan armada,” ungkapnya.
Meski demikian, Mulyadi menyebut permintaan jasa travel pada musim liburan kali ini masih sedikit lebih baik dibandingkan hari-hari biasa. Mayoritas pelanggan yang menggunakan jasanya berasal dari kelompok masyarakat, seperti komunitas senam dan kelompok pengajian.
“Kalau dibandingkan hari biasa memang ada kenaikan tipis. Kebanyakan pelanggan kami berasal dari rombongan senam dan pengajian,” jelasnya.
Ia menambahkan, destinasi yang paling banyak diminati wisatawan dari Ponorogo hingga saat ini masih didominasi oleh wilayah Yogyakarta.



