Skip to content
Gema Surya FM

Gema Surya FM

Inspiratif, Akurat

Berita Terkini

  • Diduga Korsleting, Mobil Pikap Terbakar di Tegalombo Kauman
  • Puncak Kemarau BPBD Tetapkan Ponorogo Siaga Darurat Kekeringan dan Karhutla
  • Jabatan Direktur RSUD Dr. Harjono Ponorogo Akan Diisi dari Kalangan ASN
  • Perpustakaan Keliling Kunjungi Sekolah Pinggiran, Ajak Siswa Suka Baca dan Permainan Edukatif
  • Permintaan Pembuatan Kartu Kuning di Disnaker Ponorogo Meningkat, Didominasi CPMI
Primary Menu
  • Home
  • Station Info
    • Profile
    • Data Teknik
    • Tarif Iklan
  • News
  • Podcast
  • Live Stream
  • Kontak
ON AIR
  • Home
  • 2026
  • Juni
  • 22
  • Harga Obat Naik antara 5 hingga 10 Persen
  • Headline
  • Jelajah

Harga Obat Naik antara 5 hingga 10 Persen

Gema Surya FM Senin 22 Juni 2026 | 11:26 WIB
(foto: Istimewa)

(foto: Istimewa)

Kenaikan harga tidak hanya terjadi pada kebutuhan pangan, tetapi juga merambah pada sektor obat-obatan. Sejumlah apotek di Kabupaten Ponorogo mulai melakukan penyesuaian harga pada berbagai jenis obat dan produk kesehatan.

Berdasarkan pantauan di lapangan, kenaikan harga obat berkisar antara 5 hingga 10 persen, tergantung jenis dan kategori obat yang dijual.

Apoteker salah satu apotek di kawasan Kota Ponorogo, Chintya Ratna, mengatakan kenaikan paling terasa terjadi pada obat-obatan untuk penyakit dalam, jantung, dan saraf.

“Kalau kenaikan memang ada, sekitar 5 sampai 10 persen. Yang paling terasa itu obat penyakit dalam, jantung, dan saraf,” ujar Chintya Ratna.

Ia menyebutkan, kenaikan harga obat sebenarnya terjadi hampir setiap tahun. Namun, pada periode kali ini kenaikannya dirasakan lebih tinggi dibandingkan sebelumnya.

“Setiap tahun memang ada kenaikan harga obat, tapi kali ini lebih tinggi dari biasanya,” katanya.

Menurutnya, kenaikan harga dipicu oleh meningkatnya biaya bahan baku obat di tingkat industri. Sebagian besar bahan baku farmasi masih bergantung pada impor, sehingga dipengaruhi oleh nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing.

“Banyak bahan baku obat yang sekitar 90 persen masih impor. Ketika rupiah melemah, otomatis biaya produksi naik,” jelasnya.

Chintya menambahkan, kondisi tersebut membuat industri farmasi harus melakukan penyesuaian harga agar tetap dapat menjaga keberlangsungan produksi dan distribusi obat di pasaran.

About the Author

Gema Surya FM

Author

View All Posts
Bagikan :
        

Post navigation

Previous: Terkait Dugaan Korupsi Bansos di Dinsos P3A, Kejaksaan Negeri Masih Tunggu Hasil Penghitungan Kerugian Negara
Next: Hari Bermuhammadiyah Gembira Akan Digelar Setiap Bulan, Terbuka untuk Umum dan Non-Muslim

Related Stories

Mobil Pikap Terbakar karna Korsleting (Foto: Yudi)
  • Headline
  • Jelajah

Diduga Korsleting, Mobil Pikap Terbakar di Tegalombo Kauman

Gema Surya FM Rabu 29 Juli 2026 | 13:46 WIB
Jabatan Direktur RSUD Dr. Harjono Ponorogo Akan Diisi dari Kalangan ASN (Foto: Yudi)
  • Headline
  • Jelajah

Jabatan Direktur RSUD Dr. Harjono Ponorogo Akan Diisi dari Kalangan ASN

Gema Surya FM Rabu 29 Juli 2026 | 13:03 WIB
BPBD Tetapkan Ponorogo Siaga Darurat Kekeringan dan Karhutla (Foto: Yudi)
  • Headline
  • Jelajah

Puncak Kemarau BPBD Tetapkan Ponorogo Siaga Darurat Kekeringan dan Karhutla

Gema Surya FM Rabu 29 Juli 2026 | 13:31 WIB

Dengarkan siaran Gema Surya FM melalui live streaming dan simak berita-berita terkini Kabupaten Ponorogo dan sekitarnya
  • Profile
  • News
  • Tarif Iklan
  • Live Streaming
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Babadan
  • Badegan
  • Balong
  • Bungkal
  • Jambon
  • Jenangan
  • Jetis
  • Mlarak
  • Kauman
  • Ngebel
  • Ngrayun
  • Ponorogo
  • Pulung
  • Sambit
  • Sawoo
  • Sampung
  • Siman
  • Slahung
  • Sooko
  • Sukorejo
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.