
Widodo S.H ketua Komisi C DPRD Ponorogo (foto: Istimewa)
Seringnya pemadaman listrik bergilir di Kabupaten Ponorogo dalam beberapa waktu terakhir mendapat sorotan dari kalangan legislatif. Pasalnya, pemadaman dinilai kerap dilakukan secara mendadak dengan pemberitahuan yang sangat singkat kepada masyarakat.
Ketua Komisi C DPRD Ponorogo, Widodo, mengungkapkan pihaknya menerima banyak aduan dari masyarakat terkait pemadaman listrik yang terkesan tanpa pemberitahuan. Kalaupun ada informasi dari PLN, menurutnya, pemberitahuan tersebut sering kali disampaikan sangat mepet dengan waktu pemadaman.
“Kami menerima banyak keluhan dari masyarakat. Pemadaman listrik sering terjadi secara mendadak dan kalaupun ada pemberitahuan, waktunya sangat dekat dengan jadwal padam,” ujar Widodo.
Ia menilai masyarakat merasa kecewa dengan pelayanan PLN. Meski persoalan tersebut disebut terjadi secara nasional, masyarakat tetap berharap pelayanan kelistrikan di daerah berjalan lebih baik.
“Bagaimanapun masyarakat kecewa karena listrik merupakan kebutuhan utama. Apalagi masyarakat juga tertib membayar tagihan listrik setiap bulan,” katanya.
Widodo menambahkan, Komisi C DPRD Ponorogo telah menjadwalkan pertemuan dengan pihak PLN Ponorogo untuk meminta penjelasan terkait penyebab seringnya pemadaman listrik yang terjadi belakangan ini.
“Kami akan bertemu dengan PLN untuk mendengarkan penjelasan secara langsung mengenai kondisi yang sebenarnya terjadi,” tegasnya.
Menurutnya, pemadaman listrik yang terus berulang tidak hanya merugikan masyarakat secara ekonomi, terutama para pelaku usaha, tetapi juga berpotensi menimbulkan persoalan keamanan di lingkungan masyarakat.
“Pemadaman listrik ini dampaknya luas, tidak hanya secara ekonomi tetapi juga berkaitan dengan aspek keamanan. Kami berharap persoalan ini segera mendapatkan solusi sehingga masyarakat tidak terus dirugikan,” pungkas Widodo.



