
Peserta Khotmul Quran dan Imtihan SD MUHIPO
Ratusan wali murid SD Muhammadiyah 1 Ponorogo tampak haru dan bangga menyaksikan putra-putri mereka mengikuti Khotmul Qur’an dan Imtihan yang digelar di Expotorium Universitas Muhammadiyah Ponorogo, Sabtu 16 Mei 2026.
Kegiatan tersebut menjadi momen istimewa bagi para siswa dan orang tua, karena merupakan puncak dari proses pembelajaran Al-Qur’an yang telah dijalani selama ini.
Kepala SD Muhammadiyah 1 Ponorogo, Sri Hartiningsih mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya sekolah dalam mencetak generasi Qurani sejak usia dini.
“Kami ingin mencetak generasi Qurani sejak usia dini melalui pembelajaran Al-Qur’an yang terstruktur,” ujar Sri Hartiningsih.
Ia menjelaskan, tahun ini terdapat sebanyak 127 siswa mulai dari kelas 2 hingga kelas 6 yang mengikuti Khotmul Qur’an dan Imtihan. Para siswa tersebut telah mempelajari Al-Qur’an dalam berbagai kategori, mulai dari tartil, turjuman hingga tahfidz.
“Total ada 127 siswa dari kelas 2 sampai kelas 6 yang mengikuti kegiatan ini dengan berbagai kategori pembelajaran Al-Qur’an,” imbuhnya.
Bahkan, sejumlah siswa di antaranya telah mampu menghafal juz 28 hingga juz 30, bahkan ada yang lebih dari itu.
“Sebagian siswa sudah hafal juz 28 sampai 30, bahkan ada yang lebih,” jelasnya.
Sri menambahkan, SD Muhammadiyah 1 Ponorogo juga memiliki program kelas unggulan tahfidz yang dimulai sejak kelas 1. Proses pembelajaran Al-Qur’an di sekolah tersebut menggunakan metode Ummi yang terstruktur dan berkelanjutan.
“Kami juga memiliki kelas tahfidz sejak kelas 1 dengan metode Ummi untuk pembelajaran Al-Qur’an,” katanya.
Kegiatan Khotmul Qur’an dan Imtihan sendiri merupakan agenda tahunan sekolah. Namun tahun ini terasa lebih istimewa karena jumlah peserta mengalami peningkatan signifikan dibanding tahun sebelumnya.
“Tahun ini jumlah peserta meningkat hampir dua kali lipat dibanding tahun lalu,” pungkas Sri Hartiningsih.



