
Foto : Ilustrasi
Meski target penyerapan gabah dan beras tahun ini terus dinaikkan, Perum Bulog Cabang Ponorogo optimistis mampu memenuhi target hingga 100 persen. Optimisme itu disampaikan Pimpinan Cabang Perum Bulog Ponorogo, Budiawan.
Hingga Mei 2026, Bulog Ponorogo tercatat telah menyerap gabah sekitar 97 ribu ton atau setara 49 ribu ton beras. Jika diprosentasekan, capaian tersebut sudah mencapai sekitar 62 persen dari target penyerapan 79 ribu ton beras tahun ini.
“Alhamdulillah sampai Mei ini serapan gabah sudah sekitar 97 ribu ton atau setara 49 ribu ton beras. Kalau diprosentasekan sudah mencapai 62 persen dari target,” ujarnya.
Budiawan menjelaskan, berbagai upaya terus dilakukan agar target penyerapan bisa terlampaui. Selain menggandeng mitra penggilingan dan kelompok tani, Bulog juga turun langsung ke lapangan menemui petani.
“Kami tidak hanya mengandalkan mitra, tapi juga turun langsung ke petani supaya penyerapan bisa maksimal,” jelasnya.
Menurutnya, produksi padi di wilayah Ponorogo tahun ini juga cukup melimpah dengan hasil panen yang memuaskan. Kondisi tersebut turut mendukung tingginya serapan gabah Bulog.
Selain faktor hasil panen yang bagus, kenaikan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah kering panen dari Rp5.500 menjadi Rp6.500 per kilogram juga membuat petani semakin antusias menjual hasil panennya ke Bulog.
“Petani sekarang lebih semangat menjual ke Bulog karena HPP naik menjadi Rp6.500 per kilogram,” imbuh Budiawan.
Ia menambahkan, target penyerapan nasional tahun ini memang mengalami kenaikan cukup signifikan, dari sebelumnya 3 juta ton menjadi 4 juta ton. Dampaknya, target penyerapan Bulog Ponorogo juga ikut naik dari 60 ribu ton menjadi 79 ribu ton beras.
Meski nantinya target sudah terpenuhi, Bulog Ponorogo memastikan tetap akan menyerap gabah dan beras petani sebanyak mungkin guna menjaga stabilitas pangan dan mendukung kesejahteraan petani.
“Walaupun target nanti sudah terpenuhi, kami tetap akan melakukan penyerapan semaksimal mungkin,” pungkasnya.



