
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo. (Foto/Yudi)
Tiga rumah warga di Dukuh Sedayu, Desa Talun, Kecamatan Ngebel, Ponorogo, masuk kategori rawan bencana karena lokasinya berada tepat di bawah titik longsor. BPBD Ponorogo telah berkirim surat ke BPBD Provinsi Jawa Timur untuk menurunkan tim ke Ponorogo guna melakukan peninjauan di titik longsor. Bahkan, surat juga telah dikirimkan ke Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
Masun Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo, mengakui, pihaknya sudah mengirimkan surat ke BPBD Provinsi Jawa Timur dan PVMBG untuk melakukan pengecekan di lokasi tersebut. Menurutnya, di Dukuh Sedayu sekitar 30 persen tanahnya merupakan bebatuan besar.
Jika hujan deras, dikhawatirkan material longsoran turun dan mengenai rumah warga. Menurutnya, tiga rumah warga itu terdiri dari 3 kepala keluarga (KK) sehingga perlu meningkatkan kewaspadaan. Karena itu, pihaknya meminta warga di lokasi tersebut untuk terus waspada.
Sementara itu, kondisi material di sana masih labil. Lokasi tersebut berada di tebing dengan tingkat kecuraman sekitar 45–50 derajat. Menurutnya, lokasi longsor kali ini berbeda dengan lokasi yang sebelumnya pernah direlokasi pada tahun 2022 lalu.



