
Nenek Siti Robiah, jamaah haji tertua asal ponorogo tahun 2026. (Foto/Yudi)
Impian Siti Robiah untuk bisa berangkat ke Tanah Suci akan segera terwujud. Setidaknya, wanita berusia 91 tahun ini akhirnya dijadwalkan bisa berangkat tahun ini. Warga Dukuh Jatisari, Desa Prajegan, Kecamatan Sukorejo, Ponorogo itu merupakan calon jamaah haji tertua asal Kota Reog tahun 2026.
Di tengah keterbatasan fisik karena usia, semangatnya untuk menunaikan rukun Islam kelima justru tak pernah padam. Penantiannya akhirnya terbayar, usai pada Agustus 2025 lalu pegawai Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Ponorogo datang ke rumahnya untuk memberitahu bahwa dirinya akan berangkat ke Tanah Suci pada tahun 2026.
Kepada wartawan, nenek dengan delapan cucu itu mengungkapkan rasa gembiranya. Ia dijadwalkan berangkat pada 26 April 2026. Dia harus menunggu sekitar enam tahun sejak mendaftar pada 15 Juli 2020 di Kantor Kementerian Agama Ponorogo.
Pendaftaran tersebut diantar langsung oleh cucunya, Binti Masruroh, yang sejak awal mendampingi proses hingga menjelang keberangkatan. Robiah mengaku dalam kondisi sehat dan siap menunaikan rukun Islam kelima tersebut.
Sementara itu, Binti Masruroh, cucu dari Siti Robiah, mengaku saat melakukan pendaftaran haji tahun 2020 itu, sempat terkendala sidik jari. Karena jari neneknya bengkok, sidik jari baru berhasil direkam sekitar satu jam kemudian. Saat itu, ia mengusap-usap jari neneknya dengan minyak telon sambil berdoa agar pendaftaran haji tersebut dimudahkan.
Menurutnya, neneknya yang menjadi janda sejak tahun 1979 dikenal memang bekerja keras, mulai dari menjual arang dengan berjalan kaki ke kota, menjual srikaya, hingga mencari kayu bakar. Bahkan, ia pernah menjadi buruh pabrik sekaligus merangkap sebagai petani. Dari hasil kerja tersebut dikumpulkan untuk membeli tanah yang akhirnya dijual agar bisa berangkat ke Tanah Suci. Pihak keluarga bersyukur karena neneknya bisa masuk kategori prioritas lanjut usia untuk berangkat haji tahun ini.



