Skip to content
Gema Surya FM

Gema Surya FM

Inspiratif, Akurat

Berita Terkini

  • Diduga Korsleting, Mobil Pikap Terbakar di Tegalombo Kauman
  • Puncak Kemarau BPBD Tetapkan Ponorogo Siaga Darurat Kekeringan dan Karhutla
  • Jabatan Direktur RSUD Dr. Harjono Ponorogo Akan Diisi dari Kalangan ASN
  • Perpustakaan Keliling Kunjungi Sekolah Pinggiran, Ajak Siswa Suka Baca dan Permainan Edukatif
  • Permintaan Pembuatan Kartu Kuning di Disnaker Ponorogo Meningkat, Didominasi CPMI
Primary Menu
  • Home
  • Station Info
    • Profile
    • Data Teknik
    • Tarif Iklan
  • News
  • Podcast
  • Live Stream
  • Kontak
ON AIR
  • Home
  • 2026
  • April
  • 7
  • Banyak Permintaan Evakuasi Tawon Vespa, Damkar Ponorogo Pilih Musnahkan pada Malam Hari
  • Jelajah

Banyak Permintaan Evakuasi Tawon Vespa, Damkar Ponorogo Pilih Musnahkan pada Malam Hari

Gema Surya FM Selasa 7 April 2026 | 12:49 WIB
WhatsApp Image 2026-04-06 at 17.55.52

Tim Damkar Satpol PP Pemkab Ponorogo menerima banyak permintaan evakuasi dan pemusnahan sarang tawon dalam beberapa pekan terakhir. Pada Senin, 6 April 2026, tercatat ada dua lokasi yang menjadi sasaran evakuasi, yakni di Kertosari, Babadan, dan Karangan, Balong, untuk menangani sarang tawon vespa.

Kabid Damkar dan Penyelamatan Satpol PP, Bambang Supeno, mengungkapkan rata-rata warga yang meminta bantuan damkar untuk evakuasi tawon karena merasa takut, selain lokasi sarang yang sulit dijangkau.

Apalagi, dalam proses evakuasi tawon terdapat perlakuan khusus yang tidak semua orang bisa melakukannya alias membutuhkan keahlian tersendiri.

Lebih lanjut dijelaskan, demi efektivitas dan keamanan petugas, pihaknya menyarankan proses evakuasi dilakukan pada malam hari. Hanya saja, tidak semua pelapor memahami hal tersebut, sehingga ketika petugas tidak segera datang, sebagian warga menilai damkar lamban dalam penanganan.

Bambang menjelaskan alasan evakuasi harus dilakukan malam hari. Pertama, seluruh koloni lebah atau tawon berada di dalam sarang sehingga ketika dimusnahkan, hasilnya lebih maksimal karena semuanya bisa mati. Berbeda dengan siang hari, ada sebagian yang berada di luar sarang dan sebagian lainnya masih di dalam.

Sementara itu, pada malam hari petugas biasanya melakukan pemusnahan menggunakan bensin, sedangkan pada siang hari hanya dengan penyemprotan deterjen.

About the Author

Gema Surya FM

Author

View All Posts
Bagikan :
        

Post navigation

Previous: Api Bakar Tumpukan Jerami di Desa Poko Jambon, Kerugian 5 Juta
Next: Banyak Lakalantas karena Lubang Jalan di Desa Plosojenar, Warga Inisiatif Tandai dengan Pilox

Related Stories

Mobil Pikap Terbakar karna Korsleting (Foto: Yudi)
  • Headline
  • Jelajah

Diduga Korsleting, Mobil Pikap Terbakar di Tegalombo Kauman

Gema Surya FM Rabu 29 Juli 2026 | 13:46 WIB
Jabatan Direktur RSUD Dr. Harjono Ponorogo Akan Diisi dari Kalangan ASN (Foto: Yudi)
  • Headline
  • Jelajah

Jabatan Direktur RSUD Dr. Harjono Ponorogo Akan Diisi dari Kalangan ASN

Gema Surya FM Rabu 29 Juli 2026 | 13:03 WIB
BPBD Tetapkan Ponorogo Siaga Darurat Kekeringan dan Karhutla (Foto: Yudi)
  • Headline
  • Jelajah

Puncak Kemarau BPBD Tetapkan Ponorogo Siaga Darurat Kekeringan dan Karhutla

Gema Surya FM Rabu 29 Juli 2026 | 13:31 WIB

Dengarkan siaran Gema Surya FM melalui live streaming dan simak berita-berita terkini Kabupaten Ponorogo dan sekitarnya
  • Profile
  • News
  • Tarif Iklan
  • Live Streaming
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Babadan
  • Badegan
  • Balong
  • Bungkal
  • Jambon
  • Jenangan
  • Jetis
  • Mlarak
  • Kauman
  • Ngebel
  • Ngrayun
  • Ponorogo
  • Pulung
  • Sambit
  • Sawoo
  • Sampung
  • Siman
  • Slahung
  • Sooko
  • Sukorejo
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.