
Teka-teki siapa sosok yang akan mengisi jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Ponorogo masih belum terjawab, meski tiga nama kandidat telah diumumkan panitia seleksi (pansel). Satu nama pilihan kini sudah berada di tangan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa untuk mendapatkan persetujuan. Saat ini Khofifah memang masih menjabat sebagai Gubernur Jawa Timur periode 2025–2030.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Ponorogo, Lisdyarita, saat dikonfirmasi wartawan masih merahasiakan siapa nama yang dipilih. Namun, orang nomor satu di lingkungan Pemkab Ponorogo itu memastikan usulan satu nama sudah resmi dikirimkan ke gubernur untuk proses persetujuan.
Lisdyarita menjelaskan, tiga nama yang sebelumnya diumumkan pansel dinilai sama-sama memiliki kemampuan mumpuni untuk menduduki jabatan strategis tersebut. Meski demikian, pemerintah daerah tetap harus menentukan satu nama terbaik untuk mengisi kekosongan kursi sekda.
Pemkab Ponorogo berharap persetujuan dari Gubernur Jawa Timur bisa segera turun sehingga proses pelantikan dapat dilakukan secepatnya. Langkah tersebut dinilai mendesak karena saat ini terjadi krisis pejabat eselon II menyusul banyaknya kepala dinas yang memasuki masa pensiun.
Kondisi itu membuat proses mutasi dan pengisian jabatan di lingkungan Pemkab Ponorogo perlu segera dilakukan agar roda pemerintahan tetap berjalan optimal.
Sebagai informasi, tiga nama kandidat Sekda Ponorogo yang telah diumumkan pansel yakni Agus Sugiarto yang saat ini menjabat Plt Sekda sekaligus Kepala Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah, Henry Indrawardana selaku Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, serta Masun yang menjabat Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah.
Ketiga pejabat pimpinan tinggi pratama tersebut juga telah mengantongi surat rekomendasi pelantikan dari Badan Kepegawaian Negara (BKN), sehingga tinggal menunggu satu nama pilihan mendapatkan persetujuan akhir dari gubernur sebelum resmi dilantik.



