
Peletakan batu pertama pembangunan jembatan perintis garuda. (Foto/Yudi)
Pembangunan infrastruktur di Ponorogo terus digenjot untuk mempermudah akses masyarakat di wilayah pedesaan. Setidaknya tiga jembatan perintis dibangun masing-masing di Kecamatan Bungkal, Sambit, dan Jambon. Selain itu, satu jembatan beton juga dibangun di wilayah Slahung.
Dandim 0802 Ponorogo Letkol Arhanud Farauk Saputra mengungkapkan, pembangunan jembatan perintis menjadi prioritas karena sangat dibutuhkan masyarakat, terutama di wilayah yang selama ini belum memiliki akses penghubung.
Pembangunan jembatan tersebut diharapkan mampu mempermudah aktivitas warga, mulai dari anak-anak yang berangkat sekolah, petani menuju lahan pertanian, hingga akses ke pasar dan kebutuhan sehari-hari.
Pembangunan ini ditandai dengan proses groundbreaking sebagai awal dimulainya pekerjaan di Kecamatan Bungkal. Jembatan tersebut nantinya akan menghubungkan Desa Belang dengan Desa Bungkal.
Program ini merupakan bagian dari kebijakan pemerintah pusat yang diinisiasi oleh presiden. Namun, untuk saat ini pelaksanaannya masih didukung oleh anggaran dari TNI Angkatan Darat.
Sementara itu warga Belang Bungkal, Seni kepada wartawan mengatakan kehadiran jembatan ini sangat membantu karena selama ini menjadi jalur utama menuju pasar dan wilayah Bungkal.
Sebelum adanya jembatan, warga harus menempuh jalur memutar dengan jarak hingga lima sampai enam kilometer untuk mencapai tujuan terdekat. Bahkan saat musim hujan dan debit air meningkat, akses antar desa sering kali terputus dan tidak bisa dilalui.



