
Armada bus Damri Ponorogo trayek Ponorogo–Tulungagung. (Foto/Istimewa)
Masa angkutan Lebaran membawa peningkatan signifikan pada layanan komersial Perum DAMRI Ponorogo, khususnya trayek Ponorogo–Yogyakarta. Berdasarkan informasi yang disampaikan Hendri Martin General manager Kacab Damri Ponorogo pada Senin (30/03) mengatakan terjadi kenaikan okupansi hingga 85 persen dibandingkan hari biasa.
Sementara itu, untuk layanan perintis seperti trayek Ponorogo–Ngebel dan Ponorogo–Sarangan, tercatat kenaikan sekitar 5 persen. Namun, kondisi berbeda terjadi pada trayek Ponorogo–Tulungagung yang justru mengalami penurunan jumlah penumpang. Adapun layanan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) terpantau stabil seperti hari biasa.
Belum diketahui secara pasti penyebab sepinya trayek Ponorogo–Tulungagung. Namun, mayoritas penumpang di trayek tersebut merupakan pedagang dan karyawan, yang dimungkinkan masih menjalani masa libur Lebaran.
Sedangkan kenaikan jumlah penumpang pada trayek Ponorogo–Yogyakarta dipengaruhi banyaknya warga Kota Reog yang memiliki aktivitas di Kota Gudeg. Kondisi itu membuat masyarakat memilih memanfaatkan layanan komersial DAMRI yang dari sisi fasilitas dinilai tidak kalah dengan armada lainnya. Dijelaskan pula, kenaikan jumlah penumpang DAMRI selama masa angkutan Lebaran ini terhitung sejak H-10 hingga 29 Maret 2026.



