Skip to content
Gema Surya FM

Gema Surya FM

Inspiratif, Akurat

Berita Terkini

  • Diduga Korsleting, Mobil Pikap Terbakar di Tegalombo Kauman
  • Puncak Kemarau BPBD Tetapkan Ponorogo Siaga Darurat Kekeringan dan Karhutla
  • Jabatan Direktur RSUD Dr. Harjono Ponorogo Akan Diisi dari Kalangan ASN
  • Perpustakaan Keliling Kunjungi Sekolah Pinggiran, Ajak Siswa Suka Baca dan Permainan Edukatif
  • Permintaan Pembuatan Kartu Kuning di Disnaker Ponorogo Meningkat, Didominasi CPMI
Primary Menu
  • Home
  • Station Info
    • Profile
    • Data Teknik
    • Tarif Iklan
  • News
  • Podcast
  • Live Stream
  • Kontak
ON AIR
  • Home
  • 2026
  • Maret
  • 16
  • Pemdes Ngunut Babadan Manfaatkan Sumur Kawak untuk Menabung Air
  • Jelajah

Pemdes Ngunut Babadan Manfaatkan Sumur Kawak untuk Menabung Air

Gema Surya FM Senin 16 Maret 2026 | 09:44 WIB
Ngunut

Guna menyediakan cadangan air bersih saat musim kemarau, Pemerintah Desa Ngunut, Kecamatan Babadan, Ponorogo gencar mengkampanyekan gerakan menabung air kepada masyarakat sejak setahun terakhir.

Metode yang digunakan tidak hanya melalui pembuatan lubang resapan biopori, tetapi juga memanfaatkan sumur kawak atau sumur tua yang dulunya digunakan warga untuk mengambil air dan kini difungsikan sebagai tempat penyimpanan air.

Kepala Desa Ngunut, Siti Kotijah mengatakan, air hujan yang turun dari atap rumah dimodifikasi menggunakan pipa pralon kemudian dialirkan ke sumur-sumur tua yang ada di lingkungan warga.

“Air hujan dari genting kami modifikasi menggunakan pralon lalu dialirkan ke sumur-sumur kawak. Kebetulan di desa kami masih banyak sumur tua yang sudah tidak terpakai sehingga bisa dimanfaatkan kembali untuk menabung air,” ujar Siti Kotijah.

Ia menjelaskan, program tersebut juga mendapat dukungan dari masyarakat dan telah diperkuat melalui peraturan desa (Perdes). Salah satu ketentuannya, setiap calon pengantin diwajibkan membuat dua lubang biopori super jumbo sebagai bentuk komitmen bersama agar program menabung air dapat terus berkelanjutan.

“Sudah ada Perdes-nya. Bahkan bagi calon pengantin diwajibkan menanam dua biopori super jumbo agar gerakan menabung air ini terus berjalan,” jelasnya.

Menurut Siti Kotijah, persoalan kekeringan saat ini menjadi isu global sehingga perlu adanya gerakan bersama untuk menjaga ketersediaan air di masa mendatang.

Program menabung air tersebut juga mendapat dukungan dari Menabung Air Foundation (MAF) bersama Maesa Group. Kegiatan yang berlangsung pada Agustus hingga November 2025 itu bertujuan mendorong konservasi air, pengelolaan sampah organik, sekaligus memperkuat kapasitas masyarakat dalam menghadapi perubahan iklim.

About the Author

Gema Surya FM

Author

View All Posts
Bagikan :
        

Post navigation

Previous: Hemat Energi ASN dengan WFH, Ini Tanggapan Akademisi
Next: Pencurian Kotak Amal di Masjid Al Hidayah Ngebel, Maling Rusak Gembok

Related Stories

Mobil Pikap Terbakar karna Korsleting (Foto: Yudi)
  • Headline
  • Jelajah

Diduga Korsleting, Mobil Pikap Terbakar di Tegalombo Kauman

Gema Surya FM Rabu 29 Juli 2026 | 13:46 WIB
Jabatan Direktur RSUD Dr. Harjono Ponorogo Akan Diisi dari Kalangan ASN (Foto: Yudi)
  • Headline
  • Jelajah

Jabatan Direktur RSUD Dr. Harjono Ponorogo Akan Diisi dari Kalangan ASN

Gema Surya FM Rabu 29 Juli 2026 | 13:03 WIB
BPBD Tetapkan Ponorogo Siaga Darurat Kekeringan dan Karhutla (Foto: Yudi)
  • Headline
  • Jelajah

Puncak Kemarau BPBD Tetapkan Ponorogo Siaga Darurat Kekeringan dan Karhutla

Gema Surya FM Rabu 29 Juli 2026 | 13:31 WIB

Dengarkan siaran Gema Surya FM melalui live streaming dan simak berita-berita terkini Kabupaten Ponorogo dan sekitarnya
  • Profile
  • News
  • Tarif Iklan
  • Live Streaming
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Babadan
  • Badegan
  • Balong
  • Bungkal
  • Jambon
  • Jenangan
  • Jetis
  • Mlarak
  • Kauman
  • Ngebel
  • Ngrayun
  • Ponorogo
  • Pulung
  • Sambit
  • Sawoo
  • Sampung
  • Siman
  • Slahung
  • Sooko
  • Sukorejo
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.