
Rumah milik Minten di Dukuh Cuwet, Desa Plosojenar, Kecamatan Kauman, disebut warga sudah lama menjadi lokasi perakitan mercon dan balon udara. Aktivitas tersebut bahkan kerap melibatkan pemuda dari luar lingkungan setempat.
Hal itu diungkapkan Bonari, salah satu warga yang tinggal tak jauh dari lokasi kejadian. Ia menyebut warga sebenarnya sudah berulang kali memberikan teguran karena khawatir aktivitas tersebut membahayakan keselamatan.
“Sudah sering diingatkan warga. Takutnya terjadi apa-apa karena ini kan bahan peledak. Tapi ya tetap saja jalan terus kegiatannya,” ujar Bonari.
Sebelum kejadian, rumah tersebut dihuni oleh tiga orang, yakni Minten, korban berinisial R, serta RE yang merupakan kakak R. Saat peristiwa terjadi, di lokasi juga terdapat sejumlah pemuda dari luar dukuh. Dua korban lainnya diketahui berinisial AF, warga Desa Morosari, Kecamatan Sukorejo, serta HA yang masih satu desa namun berbeda dukuh.
Bonari yang rumahnya berada tak jauh dari lokasi mengaku merasakan langsung dahsyatnya ledakan. Saat kejadian, ia tengah berada di teras rumahnya.
“Ledakannya bukan cuma keras, tapi benar-benar menggelegar. Rumah saya sampai bergetar, warga langsung panik dan keluar semua,” ungkapnya.
Begitu ledakan terdengar, Bonari bergegas menuju lokasi. Ia mendapati atap rumah sudah hancur dan asap tebal membumbung tinggi. Dari informasi yang beredar di lingkungan, para korban diduga tengah meracik bahan untuk membuat mercon saat ledakan terjadi.
Sementara itu, Kepala Dusun Cuwet, Satria Yoga Winata, membenarkan bahwa rumah tersebut kerap menjadi tempat berkumpul anak-anak muda. Para korban juga sering terlihat berada di lokasi sebelum kejadian.
“Memang sering dipakai kumpul anak-anak muda. Saya juga beberapa kali dengar aktivitas di sana,” kata Satria.
Ia menuturkan, saat kejadian dirinya hendak menuju sawah dan melihat warga sudah berkerumun di sekitar lokasi. Ketika tiba di tempat kejadian perkara, ia mendapati dua pemuda menjadi korban, satu di antaranya sudah tidak bernyawa.
“Saya sampai di lokasi, sudah ramai. Dua orang jadi korban, satu sudah meninggal dunia di tempat,” pungkasnya.



