Skip to content
Gema Surya FM

Gema Surya FM

Inspiratif, Akurat

Berita Terkini

  • Diduga Korsleting, Mobil Pikap Terbakar di Tegalombo Kauman
  • Puncak Kemarau BPBD Tetapkan Ponorogo Siaga Darurat Kekeringan dan Karhutla
  • Jabatan Direktur RSUD Dr. Harjono Ponorogo Akan Diisi dari Kalangan ASN
  • Perpustakaan Keliling Kunjungi Sekolah Pinggiran, Ajak Siswa Suka Baca dan Permainan Edukatif
  • Permintaan Pembuatan Kartu Kuning di Disnaker Ponorogo Meningkat, Didominasi CPMI
Primary Menu
  • Home
  • Station Info
    • Profile
    • Data Teknik
    • Tarif Iklan
  • News
  • Podcast
  • Live Stream
  • Kontak
ON AIR
  • Home
  • 2026
  • Februari
  • 13
  • Tidak Ada Jembatan, 6 KK di Sidoharjo Jambon, Harus Gendong Anak Seberangi Sungai Saat Sekolah
  • Jelajah

Tidak Ada Jembatan, 6 KK di Sidoharjo Jambon, Harus Gendong Anak Seberangi Sungai Saat Sekolah

Gema Surya FM Jumat 13 Februari 2026 | 17:17 WIB
bareusan

Demi jalur yang lebih dekat, anak-anak harus di gendong untuk menyeberangi sungai saat sekolah. (Foto/Yudi)

Masih ada warga Ponorogo yang harus menyeberangi sungai saat beraktivitas, termasuk untuk berangkat ke sekolah. Sedikitnya enam kepala keluarga (KK) di RT 01 RW 01 Dusun Karangsengon, Desa Sidoharjo, Kecamatan Jambon, hingga kini harus menyeberangi aliran sungai untuk beraktivitas sehari-hari lantaran tidak memiliki akses jembatan untuk menyeberang.

Soiman salah satu warga kepada wartawan mengungkapkan setiap hari saat berangkat dan pulang sekolah, anak-anak harus digendong untuk menyeberangi sungai. Menurutnya, jalur terdekat menuju sekolah memang harus melintasi sungai. Alternatif jalan lain tersedia, namun harus memutar sejauh kurang lebih tiga kilometer.

Saat ini, minimal ada lima anak sekolah yang setiap hari menyeberangi sungai, terdiri dari dua anak TK, dua anak SD, dan satu pelajar SMK. Untuk anak usia dini dan sekolah dasar, orang tua harus menggendong saat arus cukup deras. Sepeda motor pun harus dititipkan di rumah warga yang berada di seberang sungai. Sebenarnya, pada 2006 lalu sempat ada jembatan bambu yang dibangun secara swadaya. Namun, jembatan tersebut rusak setelah diterjang banjir saat musim penghujan.

Sementara itu, Sarmin Kepala Desa Sidoharjo saat dikonfirmasi Jum’at (13/02) mengakui kondisi tersebut. Di lingkungan RT 01 RW 01 Dusun Karangsengon terdapat empat rumah yang masih dalam satu RT namun terpisah dan berada di seberang sungai serta bergantung pada akses tersebut. Menurutnya, jika Desa harus membangun jembatan sendiri, anggarannya tidak mencukupi.

About the Author

Gema Surya FM

Author

View All Posts
Bagikan :
        

Post navigation

Previous: Awal Ramadhan, Pengiriman Uang PMI di Kantor Pos Ponorogo Tembus 2,3 M
Next: Usai Kejadian Ledakan Mercon di Plosojenar Kauman, Tim Gegana Polda Jatim Lakukan Sterilisasi

Related Stories

Mobil Pikap Terbakar karna Korsleting (Foto: Yudi)
  • Headline
  • Jelajah

Diduga Korsleting, Mobil Pikap Terbakar di Tegalombo Kauman

Gema Surya FM Rabu 29 Juli 2026 | 13:46 WIB
Jabatan Direktur RSUD Dr. Harjono Ponorogo Akan Diisi dari Kalangan ASN (Foto: Yudi)
  • Headline
  • Jelajah

Jabatan Direktur RSUD Dr. Harjono Ponorogo Akan Diisi dari Kalangan ASN

Gema Surya FM Rabu 29 Juli 2026 | 13:03 WIB
BPBD Tetapkan Ponorogo Siaga Darurat Kekeringan dan Karhutla (Foto: Yudi)
  • Headline
  • Jelajah

Puncak Kemarau BPBD Tetapkan Ponorogo Siaga Darurat Kekeringan dan Karhutla

Gema Surya FM Rabu 29 Juli 2026 | 13:31 WIB

Dengarkan siaran Gema Surya FM melalui live streaming dan simak berita-berita terkini Kabupaten Ponorogo dan sekitarnya
  • Profile
  • News
  • Tarif Iklan
  • Live Streaming
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Babadan
  • Badegan
  • Balong
  • Bungkal
  • Jambon
  • Jenangan
  • Jetis
  • Mlarak
  • Kauman
  • Ngebel
  • Ngrayun
  • Ponorogo
  • Pulung
  • Sambit
  • Sawoo
  • Sampung
  • Siman
  • Slahung
  • Sooko
  • Sukorejo
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.