
Keberadaan gerombolan domba tanpa penggembala di jalan raya Ponorogo–Madiun memakan korban. Seorang pengendara sepeda motor, Elsa Hera Kurniasari (23), warga Jalan MH Thamrin Gang 1, Ponorogo, harus menjalani operasi akibat patah tulang di RSU Aisyiyah Ponorogo.
Peristiwa kecelakaan terjadi pada Rabu, 28 Januari 2026, sekitar pukul 11.00 WIB, di jalan raya Ponorogo–Madiun, tepatnya di depan tempat cucian mobil di utara Terminal Seloaji, Kecamatan Babadan. Korban menabrak seekor domba yang berada di tengah jalan hingga terjatuh.
Pipi, salah satu saksi mata, mengatakan saat kejadian terdapat lebih dari lima ekor domba berada di badan jalan dan mengganggu arus lalu lintas.
“Waktu itu ada lebih dari lima ekor domba di tengah jalan. Dombanya jalan dari timur ke barat tanpa penggembala. Tiba-tiba ada pengendara motor perempuan menabrak satu ekor domba lalu jatuh,” ujar Pipi.
Menurut Pipi, warga sekitar langsung memberikan pertolongan dan membawa korban ke layanan kesehatan terdekat.
“Setahu saya luka awalnya di bagian jempol kaki kanan. Di jalan sini memang sering ada gerombolan domba, tapi tidak tahu siapa pemiliknya,” tambahnya.
Ia berharap pemilik ternak lebih bertanggung jawab.
“Harapan kami, pemilik kambing atau domba bertanggung jawab menjaga ternaknya dan tidak dilepas di jalan raya karena membahayakan pengguna jalan,” tegas Pipi.
Sementara itu, Kepala Bagian Humas dan Pemasaran RSU Aisyiyah Ponorogo, Arbain, membenarkan kondisi korban.
“Pasien datang ke RSU Aisyiyah atas rujukan dari Puskesmas Babadan. Pasien mengalami patah tulang terbuka di bagian jempol kaki kanan sehingga harus segera dilakukan operasi,” jelas Arbain.
Ia menambahkan, berdasarkan informasi yang diterima pihak rumah sakit, kecelakaan terjadi saat korban menabrak seekor kambing di jalan raya utara Terminal Seloaji Ponorogo.
“Pasien saat itu hendak menuju ke Mlilir ketika mengalami kecelakaan,” jelasnya.



