Skip to content
Gema Surya FM

Gema Surya FM

Inspiratif, Akurat

Berita Terkini

  • Peringati Hari Bumi, Kelompok Peduli Sungai Pasang Barikade Ban di Sungai Tambak Kemangi
  • Kemenhaj Ponorogo Ingatkan Jemaah Patuhi Aturan Barang Bawaan Pesawat
  • Jalur Jeruksing–Jabung Akhirnya Diperbaiki Tahun Ini, Anggaran Capai Rp3,5 Miliar
  • Aksi Penjambretan Gagal, Korban Pertahankan Tas Berisi Rp60 Juta di Bungkal Ponorogo
  • Viral Jalan Rusak Parah di Jalur Kesugihan–Ngebel, Kerap Picu Kecelakaan Tunggal
Primary Menu
  • Home
  • Station Info
    • Profile
    • Data Teknik
    • Tarif Iklan
  • News
  • Podcast
  • Live Stream
  • Kontak
ON AIR
  • Home
  • 2026
  • Januari
  • 26
  • Sejak 6 Tahun Terakhir, Petani di Purworejo Balong Kesulitan Cari Tenaga Tanam Padi
  • Jelajah

Sejak 6 Tahun Terakhir, Petani di Purworejo Balong Kesulitan Cari Tenaga Tanam Padi

Gema Surya FM Senin 26 Januari 2026 | 09:10 WIB
swh.jpg

Minimnya minat generasi muda untuk mengelola sawah membuat petani di Desa Purworejo, Kecamatan Balong, Ponorogo, kesulitan mencari tenaga kerja tanam padi. Kondisi ini dirasakan petani sejak sekitar enam tahun terakhir dan semakin parah pada tahun ini.

Kepala Desa Purworejo, Didik Subagyo, mengatakan banyak anak muda di wilayahnya memilih bekerja di luar sektor pertanian setelah menempuh pendidikan tinggi. Selain itu, tidak sedikit yang merantau ke luar kota demi mencari penghidupan yang lebih layak.

“Anak-anak muda sekarang banyak yang tidak tertarik bertani. Setelah lulus sekolah atau kuliah, mereka memilih kerja di sektor lain atau merantau ke luar kota,” ujar Didik.

Akibat kondisi tersebut, lahan pertanian di Desa Purworejo kini sebagian besar dikelola oleh petani berusia lanjut. Bahkan, tenaga kerja yang membantu proses tanam padi rata-rata berusia di atas 50 tahun.

“Tenaga kerja sawah di desa kami tidak lebih dari 30 orang, itu pun usianya sudah sepuh,” jelasnya.

Didik menambahkan, meski proses panen sudah terbantu dengan mesin combine, namun untuk tahap tanam padi masih sepenuhnya mengandalkan tenaga manusia. Beruntung, masih ada pekerja dari luar daerah yang bersedia membantu petani setempat.

Untuk upah, para pekerja tanam padi tersebut menerima bayaran rata-rata Rp50 ribu per kotak, belum termasuk konsumsi.

Didik berharap fenomena ini mendapat perhatian serius dari pemerintah. Ia khawatir jika kondisi tersebut dibiarkan, lahan pertanian akan terbengkalai dan berpotensi mengancam ketahanan pangan.

“Kalau tidak ada solusi, bisa jadi sawah masih ada, tapi tidak ada yang menggarap. Ujung-ujungnya lahan dijual, dan ini tentu berbahaya bagi ketahanan pangan,” pungkasnya.

About the Author

Gema Surya FM

Author

View All Posts
Bagikan :
        

Post navigation

Previous: Polisi Lakukan Pendangkalan Kedung Sungai Desa Sidoharjo Jambon Usai Tragedi Tewasnya 4 Bocah Karena Tenggelam
Next: SMK Al Inabah di Obok-Obok Maling, Kerugian Mencapai 10 Juta Rupiah

Related Stories

HRB
  • Jelajah

Peringati Hari Bumi, Kelompok Peduli Sungai Pasang Barikade Ban di Sungai Tambak Kemangi

Gema Surya FM Rabu 22 April 2026 | 13:47 WIB
MARJUNI
  • Jelajah

Kemenhaj Ponorogo Ingatkan Jemaah Patuhi Aturan Barang Bawaan Pesawat

Gema Surya FM Rabu 22 April 2026 | 13:42 WIB
James
  • Headline
  • Jelajah

Jalur Jeruksing–Jabung Akhirnya Diperbaiki Tahun Ini, Anggaran Capai Rp3,5 Miliar

Gema Surya FM Rabu 22 April 2026 | 13:28 WIB

Dengarkan siaran Gema Surya FM melalui live streaming dan simak berita-berita terkini Kabupaten Ponorogo dan sekitarnya
  • Profile
  • News
  • Tarif Iklan
  • Live Streaming
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Babadan
  • Badegan
  • Balong
  • Bungkal
  • Jambon
  • Jenangan
  • Jetis
  • Mlarak
  • Kauman
  • Ngebel
  • Ngrayun
  • Ponorogo
  • Pulung
  • Sambit
  • Sawoo
  • Sampung
  • Siman
  • Slahung
  • Sooko
  • Sukorejo
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.