Skip to content
Gema Surya FM

Gema Surya FM

Inspiratif, Akurat

Berita Terkini

  • Sejumlah Kantong Parkir Dipersiapkan Dishub Ponorogo Bekerjasama dengan 13 Jukir Dalamrangka Event Grebeg Suro
  • Rumah Terbakar di Ngunut Babadan, saat Ditinggal Pemilik, Diduga Penyababnya Konsleting
  • Dua Jamaah Haji Dirujuk ke RSUD Dr. Harjono Sesampai di Ponorogo
  • Ular Piton Masuk Rumah Warga di Jalan Kawung, Sempat Lilit Petugas Evakuasi
  • Dikebut, Rekrutmen Calon Siswa SR Tahun Ajaran Baru Ini, Petugas Rela Door to Door
Primary Menu
  • Home
  • Station Info
    • Profile
    • Data Teknik
    • Tarif Iklan
  • News
  • Podcast
  • Live Stream
  • Kontak
ON AIR
  • Home
  • 2026
  • Januari
  • 25
  • Harga Sayur Mayur di Tingkat Petani Anjlok, Kubis Hanya Rp2.500 per Kilogram
  • Jelajah

Harga Sayur Mayur di Tingkat Petani Anjlok, Kubis Hanya Rp2.500 per Kilogram

Gema Surya FM Minggu 25 Januari 2026 | 06:47 WIB
pexels-photo-6102865

Harga sayur mayur di tingkat petani mulai mengalami penurunan signifikan sejak sepekan terakhir. Sejumlah komoditas bahkan dijual di bawah Rp5.000 per kilogram, jauh dibandingkan harga sebelumnya.

Kepala Desa Krisik, Kecamatan Pudak, Irwan Santoso, mengatakan saat ini harga sayur mayur di tingkat petani berada di kisaran Rp2.500 hingga Rp5.000 per kilogram.

“Harga sayur mayur sekarang memang turun drastis. Di tingkat petani harganya tinggal Rp2.500 sampai Rp5.000 per kilogram, padahal sebelumnya bisa tembus di atas Rp5.000,” kata Irwan, Senin.

Ia merinci, harga kubis kini hanya Rp2.500 per kilogram. Sementara itu, seledri dijual di bawah Rp5.000 per kilogram, daun prei sekitar Rp3.500 per kilogram, dan wortel berkisar Rp3.500 per kilogram.

“Dulu hampir semua sayur mayur ini harganya mendekati Rp10.000 per kilogram, tapi sekarang jauh turun,” ujarnya.

Menurut Irwan, penurunan harga sayur mayur seperti ini kerap terjadi setiap awal tahun. Meski demikian, kondisi saat ini dinilai cukup memberatkan petani.

“Kalau awal tahun memang sering turun, tapi sekarang ini stok sayur sebenarnya juga terbatas,” jelasnya.

Ia menambahkan, turunnya harga juga dipengaruhi oleh melemahnya daya beli masyarakat, meski di sisi lain jumlah hajatan di masyarakat justru cukup banyak.

“Daya beli konsumen sedang turun. Ini yang membuat kondisi pasar jadi kurang seimbang, meskipun hajatan di mana-mana cukup ramai,” pungkas Irwan.

About the Author

Gema Surya FM

Author

View All Posts
Bagikan :
        

Post navigation

Previous: Pemkab Ponorogo Berlakukan WFH Setiap Jumat, Tidak Berlaku Untuk ASN Instansi Layanan Publik
Next: Dari Lahan Kering Jadi Produktif, Desa Karang patihan Balong Ponorogo Mampu Swasembada Pangan

Related Stories

Setyo Budiono Kepala Bidang (Kabid) Sarana dan Prasarana Lalu Lintas Dishub Ponorogo (foto: Yudi)
  • Jelajah

Sejumlah Kantong Parkir Dipersiapkan Dishub Ponorogo Bekerjasama dengan 13 Jukir Dalamrangka Event Grebeg Suro

Gema Surya FM Sabtu 6 Juni 2026 | 13:33 WIB
Rumah Terbakar di Ngunut Babadan (Foto: Salpol PP dan Damkar)
  • Headline
  • Jelajah

Rumah Terbakar di Ngunut Babadan, saat Ditinggal Pemilik, Diduga Penyababnya Konsleting

Gema Surya FM Sabtu 6 Juni 2026 | 11:00 WIB
Foto Rombongan Jamaah Haji Asal Ponorogo yang baru tiba (foto: Yudi)
  • Jelajah

Dua Jamaah Haji Dirujuk ke RSUD Dr. Harjono Sesampai di Ponorogo

Gema Surya FM Sabtu 6 Juni 2026 | 10:33 WIB

Dengarkan siaran Gema Surya FM melalui live streaming dan simak berita-berita terkini Kabupaten Ponorogo dan sekitarnya
  • Profile
  • News
  • Tarif Iklan
  • Live Streaming
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Babadan
  • Badegan
  • Balong
  • Bungkal
  • Jambon
  • Jenangan
  • Jetis
  • Mlarak
  • Kauman
  • Ngebel
  • Ngrayun
  • Ponorogo
  • Pulung
  • Sambit
  • Sawoo
  • Sampung
  • Siman
  • Slahung
  • Sooko
  • Sukorejo
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.