Skip to content
Gema Surya FM

Gema Surya FM

Inspiratif, Akurat

Berita Terkini

  • Diduga Korsleting, Mobil Pikap Terbakar di Tegalombo Kauman
  • Puncak Kemarau BPBD Tetapkan Ponorogo Siaga Darurat Kekeringan dan Karhutla
  • Jabatan Direktur RSUD Dr. Harjono Ponorogo Akan Diisi dari Kalangan ASN
  • Perpustakaan Keliling Kunjungi Sekolah Pinggiran, Ajak Siswa Suka Baca dan Permainan Edukatif
  • Permintaan Pembuatan Kartu Kuning di Disnaker Ponorogo Meningkat, Didominasi CPMI
Primary Menu
  • Home
  • Station Info
    • Profile
    • Data Teknik
    • Tarif Iklan
  • News
  • Podcast
  • Live Stream
  • Kontak
ON AIR
  • Home
  • 2026
  • Januari
  • 23
  • Giliran Walhi Jatim, Soroti Aktivitas Tambang di Ngebel dan Jenangan
  • Jelajah

Giliran Walhi Jatim, Soroti Aktivitas Tambang di Ngebel dan Jenangan

Gema Surya FM Jumat 23 Januari 2026 | 07:58 WIB
Wal

Aktivitas tambang galian C di sekitar kawasan wisata Telaga Ngebel, yang masuk wilayah Kecamatan Ngebel dan Jenangan, Kabupaten Ponorogo, mendapat sorotan dari berbagai pihak. Kali ini, kritik datang dari Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Jawa Timur.

Direktur Eksekutif Daerah WALHI Jawa Timur, Pradipta Indra Ariono, menilai aktivitas penambangan di wilayah tersebut berpotensi menimbulkan bencana alam serta kerusakan ekosistem, terlebih karena lokasinya berada di kawasan penyangga wisata.

“Penambangan di wilayah Ngebel dan Jenangan ini berpotensi menyebabkan bencana dan kerusakan ekosistem. Apalagi keberadaannya berada di zona wisata, tentu sangat berisiko,” kata Pradipta Indra Ariono.

Menurut Indra, keberadaan tambang galian C dipastikan merugikan warga sekitar dan berpotensi memicu konflik sosial, baik terkait dampak lingkungan maupun keberatan masyarakat terhadap lalu lalang truk pengangkut material tambang.

“Kegiatan tambang ini bisa memunculkan konflik sosial, mulai dari persoalan lingkungan hingga aktivitas truk tambang yang melintas di jalan desa dan kabupaten,” ujarnya.

WALHI Jawa Timur juga menyoroti dampak eksploitasi besar-besaran terhadap ekosistem. Penambangan, kata Indra, menyebabkan kerusakan hutan serta lahan produktif milik warga. Kondisi tersebut diperparah dengan adanya tambang ilegal yang tidak melakukan reklamasi.

“Eksploitasi besar-besaran ini merusak hutan dan lahan produktif warga. Apalagi jika itu tambang ilegal, tidak ada kewajiban reklamasi, sementara sumber daya yang dikeruk hanya dimanfaatkan oleh pengusaha,” tegasnya.

Kerusakan lingkungan akibat tambang juga berdampak langsung pada area tadah hujan dan sumber mata air yang selama ini dimanfaatkan oleh warga sekitar Telaga Ngebel.

“Kerusakan lingkungan, khususnya di area tadah hujan, berdampak langsung pada sumber mata air yang digunakan warga. Ini dampak serius dan jangka panjang,” lanjut Indra.

Selain itu, WALHI menilai semestinya kendaraan pengangkut hasil tambang memiliki jalur khusus dan tidak menggunakan akses jalan desa maupun jalan kabupaten yang klasifikasinya bukan untuk angkutan tambang.

“Seharusnya ada jalur khusus untuk kendaraan tambang, bukan memakai jalan desa atau kabupaten yang tidak diperuntukkan bagi angkutan berat,” katanya.

WALHI Jawa Timur secara tegas menyatakan sikap setuju agar kawasan Ngebel dan sekitarnya terbebas dari aktivitas penambangan sirtu. Meski demikian, pihaknya juga mendorong adanya solusi alternatif mata pencaharian bagi warga yang selama ini menggantungkan hidup dari sektor tambang.

“Kami mendorong Ngebel dan sekitarnya tanpa penambangan sirtu, namun tetap perlu dipikirkan solusi alternatif usaha bagi warga agar tetap bisa bertahan secara ekonomi,” pungkas Indra.

About the Author

Gema Surya FM

Author

View All Posts
Bagikan :
        

Post navigation

Previous: Diduga Baut Jembatan Ngijon Hilang Dicuri, Pemdes Ngrukem Mlarak Lakukan Pengecekan
Next: Polisi Temukan Barang Diduga Milik Terduga Pelaku Pembunuhan Golan Sukorejo di Gunungkidul

Related Stories

Mobil Pikap Terbakar karna Korsleting (Foto: Yudi)
  • Headline
  • Jelajah

Diduga Korsleting, Mobil Pikap Terbakar di Tegalombo Kauman

Gema Surya FM Rabu 29 Juli 2026 | 13:46 WIB
Jabatan Direktur RSUD Dr. Harjono Ponorogo Akan Diisi dari Kalangan ASN (Foto: Yudi)
  • Headline
  • Jelajah

Jabatan Direktur RSUD Dr. Harjono Ponorogo Akan Diisi dari Kalangan ASN

Gema Surya FM Rabu 29 Juli 2026 | 13:03 WIB
BPBD Tetapkan Ponorogo Siaga Darurat Kekeringan dan Karhutla (Foto: Yudi)
  • Headline
  • Jelajah

Puncak Kemarau BPBD Tetapkan Ponorogo Siaga Darurat Kekeringan dan Karhutla

Gema Surya FM Rabu 29 Juli 2026 | 13:31 WIB

Dengarkan siaran Gema Surya FM melalui live streaming dan simak berita-berita terkini Kabupaten Ponorogo dan sekitarnya
  • Profile
  • News
  • Tarif Iklan
  • Live Streaming
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Babadan
  • Badegan
  • Balong
  • Bungkal
  • Jambon
  • Jenangan
  • Jetis
  • Mlarak
  • Kauman
  • Ngebel
  • Ngrayun
  • Ponorogo
  • Pulung
  • Sambit
  • Sawoo
  • Sampung
  • Siman
  • Slahung
  • Sooko
  • Sukorejo
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.