Skip to content
Gema Surya FM

Gema Surya FM

Inspiratif, Akurat

Berita Terkini

  • Dindik Imbau Siswa Ikut TKA, Meski Tidak Wajib Sebagai Rekomendasi Jenjang Selanjutnya
  • LPG Non Subsidi Naik, Sejumlah Pangkalan Akui Belum Pengaruhi Penjualan Gas 3 Kg
  • Kuasai Ruang Publik, Lapak Semi Permanen Dibongkar Petugas Gabungan
  • Banyak Lakalantas karena Lubang Jalan di Desa Plosojenar, Warga Inisiatif Tandai dengan Pilox
  • Banyak Fasum Rusak di Pasar Legi, Pedagang Sambat
Primary Menu
  • Home
  • Station Info
    • Profile
    • Data Teknik
    • Tarif Iklan
  • News
  • Podcast
  • Live Stream
  • Kontak
ON AIR
  • Home
  • 2025
  • Desember
  • 9
  • PDPM Ponorogo Desak Pemkab Kaji dan Evaluasi Ulang Usaha Penambangan di Jenangan dan Pulung
  • Headline
  • Jelajah

PDPM Ponorogo Desak Pemkab Kaji dan Evaluasi Ulang Usaha Penambangan di Jenangan dan Pulung

Gema Surya FM Selasa 9 Desember 2025 | 13:39 WIB
siblack

. “Bencana di Sumatra dan Aceh itu harus menjadi refleksi kita. Kalau tambang di Ponorogo dibiarkan tanpa pengawasan, kami yakin kejadian serupa bisa terjadi,” - Darmanto

Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Ponorogo mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo untuk mengkaji ulang keberadaan usaha penambangan di sejumlah wilayah seperti Jenangan, Pulung, dan Ngebel. Desakan ini muncul karena aktivitas tambang dinilai semakin banyak dan berpotensi mengancam kelestarian lingkungan.

Ketua PDPM Ponorogo, Darmanto, menegaskan bahwa berbagai musibah bencana alam di Sumatra dan Aceh harus menjadi pelajaran serius. “Bencana di Sumatra dan Aceh itu harus menjadi refleksi kita. Kalau tambang di Ponorogo dibiarkan tanpa pengawasan, kami yakin kejadian serupa bisa terjadi,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kerusakan alam bukan semata-mata fenomena alam, tetapi juga akibat ulah manusia. “Musibah itu bukan hanya datang dari Tuhan, tetapi juga karena tangan manusia yang merusak alam,” tegasnya.

PDPM bahkan telah meninjau langsung salah satu titik penambangan di kawasan Pomahan, Pulung. Darmanto mengungkapkan kondisi mengkhawatirkan di lapangan. “Kami melihat sendiri perbukitan yang ditambang galian C sudah banyak berubah. Padahal, di atasnya ada permukiman warga. Ini sangat berbahaya,” jelasnya.

Darmanto menilai pemerintah daerah tidak seharusnya menunggu terjadi bencana baru bertindak. “Daerah jangan menunggu ada kejadian dulu baru bergerak. Musibah di Sumatra dan Aceh harus menjadi dasar kebijakan. Evaluasi ini penting untuk melihat apakah tambang ini benar-benar bermanfaat atau hanya dinikmati segelintir orang,” pungkasnya.

About the Author

Gema Surya FM

Author

View All Posts
Bagikan :
        

Post navigation

Previous: 3.000 Batang Bibit Pohon Kopi Ditanam di Area Perhutani Desa Banaran, Pulung; Jadi Pilot Project
Next: Liburan, Permintaan Kaos Nuansa Reog Ponorogo Mulai Naik, Kebanyakan Untuk Oleh-oleh

Related Stories

tangga
  • Headline
  • Jelajah

Banyak Fasum Rusak di Pasar Legi, Pedagang Sambat

Gema Surya FM Senin 20 April 2026 | 11:41 WIB
nurhadi
  • Jelajah

Dindik Imbau Siswa Ikut TKA, Meski Tidak Wajib Sebagai Rekomendasi Jenjang Selanjutnya

Gema Surya FM Senin 20 April 2026 | 14:49 WIB
LPG
  • Jelajah

LPG Non Subsidi Naik, Sejumlah Pangkalan Akui Belum Pengaruhi Penjualan Gas 3 Kg

Gema Surya FM Senin 20 April 2026 | 14:38 WIB

Dengarkan siaran Gema Surya FM melalui live streaming dan simak berita-berita terkini Kabupaten Ponorogo dan sekitarnya
  • Profile
  • News
  • Tarif Iklan
  • Live Streaming
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Babadan
  • Badegan
  • Balong
  • Bungkal
  • Jambon
  • Jenangan
  • Jetis
  • Mlarak
  • Kauman
  • Ngebel
  • Ngrayun
  • Ponorogo
  • Pulung
  • Sambit
  • Sawoo
  • Sampung
  • Siman
  • Slahung
  • Sooko
  • Sukorejo
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.