
Dewi Astutik alias Paryatin, perempuan yang berperan sebagai aktor intelektual penyelundupan 2 ton sabu Segitiga Emas, ternyata pernah berjualan nasi bungkus keliling di kampung kelahirannya di Dusun Tenun, Desa Broto, Slahung, Ponorogo antara tahun 2023–2024.
Hal tersebut diungkapkan Kasun setempat, Didik Harirawan, yang menyebut Dewi sempat pulang ke Ponorogo pada tahun 2023 dan menetap di rumah orang tuanya kemudian membuka lapak nasi saat ada pagelaran budaya di sekitar desa. Ia juga sering menjual hasil masakannya keliling desa.
Didik mengaku mengenal Paryatin sejak lama dan menyatakan perubahan fisik yang dulunya kurus kini gemuk serta aktivitasnya masih diingat warga. Saat pulang dari Taiwan pada 2023, Paryatin sempat menjenguk orang tuanya dan mengurus Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). Sebagai pemangku wilayah dukuh, Didik beberapa kali bertemu langsung dengan Paryatin.
Paryatin sudah pernah menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) sebelum menikah. Setelah menikah, selisih dua tahun dari usia pernikahannya ia kembali bekerja ke luar negeri. Suami Paryatin pun sempat membuka usaha pemancingan. Terkait dugaan penggunaan identitas adiknya, Dewi Astutik, Didik menilai hal itu mungkin dilakukan saat bekerja di luar negeri.
Untuk kondisi ekonomi keluarga Paryatin, tidak ada yang mencolok, hanya pernah membeli tanah milik saudara satu kali. Paryatin justru dikenal sangat perhatian kepada orang tuanya; apa pun permintaan mereka selalu dipenuhi. Dengan adanya informasi bahwa Paryatin menjadi gembong narkoba dan ditangkap di Kamboja, warga sangat terkejut.



