
Di tengah mahalnya harga telur ayam di pasaran, sejumlah warga kurang mampu di Kabupaten Ponorogo justru merasa diuntungkan. Pasalnya, mereka kini tak lagi membeli telur karena mendapat bantuan puluhan ekor ayam petelur. Program ini merupakan bagian dari upaya Pemkab dalam mengentaskan kemiskinan dan memperkuat ketahanan pangan keluarga.
Ada sekitar 91 KK yang dibantu, tersebar di dua desa yakni di Gelang Kulon, Kecamatan Sampung, dan Bajang, Kecamatan Balong. Setja Hardjana, staf sie bidang Peternakan, Kesehatan Hewan, dan Perikanan (PKHP) Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dipertahankan), mengatakan jumlah ayam yang diberikan sekitar 4.095 ekor, di mana satu keluarga rata-rata memperoleh sekitar 40 hingga 50 ekor ayam petelur.
Bantuan diberikan pada akhir September lalu dengan umur ayam sekitar 16 minggu yang siap bertelur. Karena itu, hari-hari ini sudah banyak yang mulai bertelur sehingga bisa membantu di kala harga telur meroket. Sebelum diberi bantuan, mereka yang sudah bergabung di kelompok tani maupun gapoktan telah diberi pelatihan memelihara ayam petelur dan juga dibantu pakan.
Ke depan diharapkan produksi ayam petelur tersebut tidak hanya dikonsumsi sendiri, tetapi juga dijual ke Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dengan harga mengikuti pasar dan bisa mendukung program makan bergizi gratis.



