Skip to content
Gema Surya FM

Gema Surya FM

Inspiratif, Akurat

Berita Terkini

  • Diduga Korsleting, Mobil Pikap Terbakar di Tegalombo Kauman
  • Puncak Kemarau BPBD Tetapkan Ponorogo Siaga Darurat Kekeringan dan Karhutla
  • Jabatan Direktur RSUD Dr. Harjono Ponorogo Akan Diisi dari Kalangan ASN
  • Perpustakaan Keliling Kunjungi Sekolah Pinggiran, Ajak Siswa Suka Baca dan Permainan Edukatif
  • Permintaan Pembuatan Kartu Kuning di Disnaker Ponorogo Meningkat, Didominasi CPMI
Primary Menu
  • Home
  • Station Info
    • Profile
    • Data Teknik
    • Tarif Iklan
  • News
  • Podcast
  • Live Stream
  • Kontak
ON AIR
  • Home
  • 2025
  • Agustus
  • 25
  • Proyek Normalisasi Aliran Irigasi Waduk Bendo, Bikin Petani Kelabakan
  • Jelajah

Proyek Normalisasi Aliran Irigasi Waduk Bendo, Bikin Petani Kelabakan

Gema Surya FM Senin 25 Agustus 2025 | 11:55 WIB
Bukan hanya di wilayah Wonoketro, Jetis. Beberapa wilayah juga terdampak karena normalisasi waduk. Salah satunya di Sambit, mereka akhirnya menggunakan sumur dangkal. (Foto/Dok. Gema Surya)

Bukan hanya di wilayah Wonoketro, Jetis. Beberapa wilayah juga terdampak karena normalisasi waduk. Salah satunya di Sambit, mereka akhirnya menggunakan sumur dangkal. (Foto/Dok. Gema Surya)

Sejumlah petani di wilayah selatan Ponorogo dibuat kalang kabut dengan proyek normalisasi aliran irigasi Waduk Bendo.

Pasalnya, proyek itu dilakukan saat petani mulai tanam padi yang notabene sangat membutuhkan air. Sementara dengan adanya kegiatan normalisasi itu, aliran air mandek.

Seperti disampaikan Ahmad Tobroni, salah satu petani di Desa Wonoketro, Jetis, Ponorogo, sejak kemarin tidak lagi ada air dari Waduk Bendo yang mengalir sehingga petani kebingungan.

“Apalagi itu kok kabarnya proyek normalisasinya akan dilakukan sampai tiga bulan,” tambah Ahmad Tobroni.

Dijelaskan, bagi petani yang punya banyak modal tidak masalah, yakni menggunakan pompa diesel berbahan bakar solar untuk pengairannya.

Namun bagi yang tidak punya uang lebih, biaya yang dikeluarkan cukup banyak, yakni Rp20 ribu per jamnya untuk sewa diesel.

Sebenarnya, proyek tersebut tidak akan memakan korban apabila air tetap bisa dialirkan pada malam hari, sedangkan siang hari dihentikan untuk kelancaran pengerjaan normalisasi.

Ironisnya, apa yang dikeluhkan petani sudah disampaikan dan belum ada tindak lanjut sehingga mereka meminta kalangan wakil rakyat peduli turun tangan. (rl/ab) 

About the Author

Gema Surya FM

Author

View All Posts
Bagikan :
        

Post navigation

Previous: Puluhan Mahasiswa Penuhi Gedung DPRD Ponorogo, Gelar Audiensi
Next: Bagus, Hasil Panen Raya Tembakau di Desa Purworejo Balong, Harga Sesuai Harapan Petani

Related Stories

Mobil Pikap Terbakar karna Korsleting (Foto: Yudi)
  • Headline
  • Jelajah

Diduga Korsleting, Mobil Pikap Terbakar di Tegalombo Kauman

Gema Surya FM Rabu 29 Juli 2026 | 13:46 WIB
Jabatan Direktur RSUD Dr. Harjono Ponorogo Akan Diisi dari Kalangan ASN (Foto: Yudi)
  • Headline
  • Jelajah

Jabatan Direktur RSUD Dr. Harjono Ponorogo Akan Diisi dari Kalangan ASN

Gema Surya FM Rabu 29 Juli 2026 | 13:03 WIB
BPBD Tetapkan Ponorogo Siaga Darurat Kekeringan dan Karhutla (Foto: Yudi)
  • Headline
  • Jelajah

Puncak Kemarau BPBD Tetapkan Ponorogo Siaga Darurat Kekeringan dan Karhutla

Gema Surya FM Rabu 29 Juli 2026 | 13:31 WIB

Dengarkan siaran Gema Surya FM melalui live streaming dan simak berita-berita terkini Kabupaten Ponorogo dan sekitarnya
  • Profile
  • News
  • Tarif Iklan
  • Live Streaming
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Babadan
  • Badegan
  • Balong
  • Bungkal
  • Jambon
  • Jenangan
  • Jetis
  • Mlarak
  • Kauman
  • Ngebel
  • Ngrayun
  • Ponorogo
  • Pulung
  • Sambit
  • Sawoo
  • Sampung
  • Siman
  • Slahung
  • Sooko
  • Sukorejo
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.