Skip to content
Gema Surya FM

Gema Surya FM

Inspiratif, Akurat

Berita Terkini

  • Diduga Korsleting, Mobil Pikap Terbakar di Tegalombo Kauman
  • Puncak Kemarau BPBD Tetapkan Ponorogo Siaga Darurat Kekeringan dan Karhutla
  • Jabatan Direktur RSUD Dr. Harjono Ponorogo Akan Diisi dari Kalangan ASN
  • Perpustakaan Keliling Kunjungi Sekolah Pinggiran, Ajak Siswa Suka Baca dan Permainan Edukatif
  • Permintaan Pembuatan Kartu Kuning di Disnaker Ponorogo Meningkat, Didominasi CPMI
Primary Menu
  • Home
  • Station Info
    • Profile
    • Data Teknik
    • Tarif Iklan
  • News
  • Podcast
  • Live Stream
  • Kontak
ON AIR
  • Home
  • 2025
  • Agustus
  • 19
  • Panen Perdana Pisang Cavendis di Bringinan Jambon, Banyak Buah Burik Diserang Lalat
  • Jelajah

Panen Perdana Pisang Cavendis di Bringinan Jambon, Banyak Buah Burik Diserang Lalat

Gema Surya FM Selasa 19 Agustus 2025 | 12:41 WIB
SA

Panen pertama pisang cavendis di Desa Bringinan, Kecamatan Jambon, Ponorogo, belum memberikan hasil yang memuaskan. Dari sisi kualitas, pisang yang dikenal dengan rasa manis dan tekstur lembut ini masih jauh dari harapan, karena banyak buah yang burik.

Akibat kondisi tersebut, pisang hasil panen hanya bisa dijual di lingkup desa, terutama untuk kebutuhan hajatan manten. Kepala Desa Bringinan, Barno, menyampaikan bahwa pisang cavendis masih sulit dipasarkan ke toko buah maupun supermarket karena penampilannya tidak mulus.

“Untungnya panen pertama ini jumlah warganya yang menanam sedikit, karena pohonnya hanya tumbuh di pekarangan, bukan di kebun. Mungkin karena jumlahnya tak banyak, warga juga enggan melakukan perawatan,” ujar Barno.

Padahal, budidaya pisang cavendis membutuhkan perlakuan khusus yang berbeda dengan pisang pada umumnya. Misalnya, setelah jantung pisang dipotong, perlu dilakukan penyemprotan insektisida agar tidak diserang larva atau lalat buah. Begitu juga pascapanen, proses pematangan cavendis lebih rumit. Jika pisang biasa cukup dicarbit dan ditutup plastik hingga menguning, cavendis harus dicuci dengan sabun cuci piring, ditiriskan, dimasukkan ke kardus, lalu disimpan dalam pendingin dengan suhu 16 derajat Celsius.

Dengan kondisi ini, panen perdana dijadikan bahan evaluasi bagi warga yang saat ini masih menanam namun belum memanen. Harapannya, kualitas pisang cavendis berikutnya bisa lebih baik dan layak dipasarkan ke toko buah maupun supermarket.

About the Author

Gema Surya FM

Author

View All Posts
Bagikan :
        

Post navigation

Previous: Tegakkan Perda KTR, 5 SMP di Ponorogo Disidak Satpol PP, Ini Hasilnya
Next: Banyak Penyandang Disabilitas dan ODGJ Belum Menikmati Bansos, Dispendukcapil Lakukan Layanan Jemput Bola

Related Stories

Mobil Pikap Terbakar karna Korsleting (Foto: Yudi)
  • Headline
  • Jelajah

Diduga Korsleting, Mobil Pikap Terbakar di Tegalombo Kauman

Gema Surya FM Rabu 29 Juli 2026 | 13:46 WIB
Jabatan Direktur RSUD Dr. Harjono Ponorogo Akan Diisi dari Kalangan ASN (Foto: Yudi)
  • Headline
  • Jelajah

Jabatan Direktur RSUD Dr. Harjono Ponorogo Akan Diisi dari Kalangan ASN

Gema Surya FM Rabu 29 Juli 2026 | 13:03 WIB
BPBD Tetapkan Ponorogo Siaga Darurat Kekeringan dan Karhutla (Foto: Yudi)
  • Headline
  • Jelajah

Puncak Kemarau BPBD Tetapkan Ponorogo Siaga Darurat Kekeringan dan Karhutla

Gema Surya FM Rabu 29 Juli 2026 | 13:31 WIB

Dengarkan siaran Gema Surya FM melalui live streaming dan simak berita-berita terkini Kabupaten Ponorogo dan sekitarnya
  • Profile
  • News
  • Tarif Iklan
  • Live Streaming
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Babadan
  • Badegan
  • Balong
  • Bungkal
  • Jambon
  • Jenangan
  • Jetis
  • Mlarak
  • Kauman
  • Ngebel
  • Ngrayun
  • Ponorogo
  • Pulung
  • Sambit
  • Sawoo
  • Sampung
  • Siman
  • Slahung
  • Sooko
  • Sukorejo
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.