
Hati-hati jika menggelar open donasi untuk bantuan kemanusiaan. Jika ada calon donatur yang mengaku telah mentransfer uang ada baiknya mengeceknya ke bank dahulu untuk memastikan sudah masuk atau belum. Apalagi jika disertai kelebihan transfer dan suruh mengembalikan, diabaikan saja.
Seperti yang dialami Muji Mulyani, warga Desa Wringinanom, Kecamatan Sambit, Ponorogo. Muji menceritakan bahwa komunitasnya, Wringinanom Peduli, saat ini tengah menggalang dana untuk kegiatan yatiman yang akan digelar pada 5 Juli mendatang.
Setelah informasi open donasi tersebut dibagikan melalui media sosial, dirinya tiba-tiba dihubungi seseorang yang mengaku telah mentransfer uang senilai Rp800 ribu ke rekening BRI atas nama komunitas.
“Orangnya ngaku sudah transfer Rp 800 ribu. Dia juga kirim struk bukti transfer, tapi setelah saya cek, itu palsu,” ujar Muji saat ditemui, Selasa (24/6/2025).
Kecurigaan Muji bertambah ketika si pelaku justru meminta Rp300 ribu dari dana yang diklaim sudah ditransfer agar dikirim ke rekening lain untuk keperluan donasi kepada penderita kanker asal Padang yang akan menjalani operasi.
“Katanya dari Rp800 ribu itu, Rp300 ribu buat bantu orang Padang, tapi kok malah minta saya yang transfer. Saya langsung curiga, dan saya abaikan,” jelasnya.
Namun pelaku tak menyerah. Ia terus menelpon Muji berulang kali dan mendesak agar segera mentransfer uang tersebut ke nomor rekening yang diberikan. Untungnya, Muji tidak menuruti permintaan tersebut.
“Mungkin karena saya diamkan terus, akhirnya dia berhenti sendiri,” tambahnya.
Dengan kejadian ini, Muji mengimbau kepada masyarakat atau panitia donasi agar selalu mengecek kebenaran transfer dana ke pihak bank sebelum melakukan tindakan apapun. Terlebih jika disertai permintaan pengembalian dana atau pengalihan donasi ke rekening lain.
“Jangan langsung percaya dengan bukti transfer. Lebih aman dicek dulu ke bank,” pungkasnya.



