Skip to content
Gema Surya FM

Gema Surya FM

Inspiratif, Akurat

Berita Terkini

  • Diduga Korsleting, Mobil Pikap Terbakar di Tegalombo Kauman
  • Puncak Kemarau BPBD Tetapkan Ponorogo Siaga Darurat Kekeringan dan Karhutla
  • Jabatan Direktur RSUD Dr. Harjono Ponorogo Akan Diisi dari Kalangan ASN
  • Perpustakaan Keliling Kunjungi Sekolah Pinggiran, Ajak Siswa Suka Baca dan Permainan Edukatif
  • Permintaan Pembuatan Kartu Kuning di Disnaker Ponorogo Meningkat, Didominasi CPMI
Primary Menu
  • Home
  • Station Info
    • Profile
    • Data Teknik
    • Tarif Iklan
  • News
  • Podcast
  • Live Stream
  • Kontak
ON AIR
  • Home
  • 2025
  • Mei
  • 3
  • Harga Kedelai Impor Naik, Produsen Tempe Mengeluh
  • Jelajah

Harga Kedelai Impor Naik, Produsen Tempe Mengeluh

Gema Surya FM Sabtu 3 Mei 2025 | 12:09 WIB
Pe

Kenaikan harga kedelai impor membuat para produsen tempe di Ponorogo kelimpungan. Selain harus menyiasati ukuran tempe agar tidak merugi, permintaan pasar juga menurun drastis.

Suwandi (45), seorang produsen tempe asal Desa Wotan, Kecamatan Pulung, mengatakan bahwa kenaikan harga kedelai berlangsung secara bertahap sejak awal Ramadan.

“Awal Ramadan kemarin harganya masih Rp9.200 per kilogram. Sekarang sudah naik jadi Rp10.500. Kami jadi serba salah,” ujarnya saat ditemui di rumah produksinya, Sabtu (3/5).

Suwandi mengaku tidak berani menaikkan harga tempe karena khawatir ditinggal pembeli. Untuk menghindari kerugian, ia memilih mengurangi ukuran tempe yang dijual ke pasar.

Hal serupa juga dialami Sugiyanti, produsen tempe lainnya di wilayah yang sama. Menurutnya, kenaikan harga kedelai kali ini semakin menambah beban produsen kecil, apalagi permintaan pasar tengah lesu.

“Dulu saya bisa beli sampai satu ton kedelai. Sekarang paling banter 700 kilogram. Itu pun harus putar otak supaya tetap produksi,” kata Sugiyanti.

Ia pun terpaksa mengecilkan ukuran tempe agar tidak merugi terlalu banyak. “Kalau tidak begitu, bisa-bisa kita berhenti produksi,” tambahnya.

Para produsen berharap ada perhatian dari pemerintah agar harga bahan baku bisa lebih stabil, sehingga usaha kecil seperti mereka bisa terus berjalan.

About the Author

Gema Surya FM

Author

View All Posts
Bagikan :
        

Post navigation

Previous: Tahun Ajaran 2025/2026, Kuota Jalur Zonasi Tingkat SMP Hanya 40 Persen
Next: Mantan Mendikbud Mohammad Nuh Berkunjung ke Ponorogo, Bahas Sekolah Rakyat

Related Stories

Mobil Pikap Terbakar karna Korsleting (Foto: Yudi)
  • Headline
  • Jelajah

Diduga Korsleting, Mobil Pikap Terbakar di Tegalombo Kauman

Gema Surya FM Rabu 29 Juli 2026 | 13:46 WIB
Jabatan Direktur RSUD Dr. Harjono Ponorogo Akan Diisi dari Kalangan ASN (Foto: Yudi)
  • Headline
  • Jelajah

Jabatan Direktur RSUD Dr. Harjono Ponorogo Akan Diisi dari Kalangan ASN

Gema Surya FM Rabu 29 Juli 2026 | 13:03 WIB
BPBD Tetapkan Ponorogo Siaga Darurat Kekeringan dan Karhutla (Foto: Yudi)
  • Headline
  • Jelajah

Puncak Kemarau BPBD Tetapkan Ponorogo Siaga Darurat Kekeringan dan Karhutla

Gema Surya FM Rabu 29 Juli 2026 | 13:31 WIB

Dengarkan siaran Gema Surya FM melalui live streaming dan simak berita-berita terkini Kabupaten Ponorogo dan sekitarnya
  • Profile
  • News
  • Tarif Iklan
  • Live Streaming
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Babadan
  • Badegan
  • Balong
  • Bungkal
  • Jambon
  • Jenangan
  • Jetis
  • Mlarak
  • Kauman
  • Ngebel
  • Ngrayun
  • Ponorogo
  • Pulung
  • Sambit
  • Sawoo
  • Sampung
  • Siman
  • Slahung
  • Sooko
  • Sukorejo
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.