Skip to content
Gema Surya FM

Gema Surya FM

Inspiratif, Akurat

Berita Terkini

  • Diduga Korsleting, Mobil Pikap Terbakar di Tegalombo Kauman
  • Puncak Kemarau BPBD Tetapkan Ponorogo Siaga Darurat Kekeringan dan Karhutla
  • Jabatan Direktur RSUD Dr. Harjono Ponorogo Akan Diisi dari Kalangan ASN
  • Perpustakaan Keliling Kunjungi Sekolah Pinggiran, Ajak Siswa Suka Baca dan Permainan Edukatif
  • Permintaan Pembuatan Kartu Kuning di Disnaker Ponorogo Meningkat, Didominasi CPMI
Primary Menu
  • Home
  • Station Info
    • Profile
    • Data Teknik
    • Tarif Iklan
  • News
  • Podcast
  • Live Stream
  • Kontak
ON AIR
  • Home
  • 2024
  • Agustus
  • 26
  • Produksi Kopi Di Banaran Pulung Turun 25%, Karena Tanaman Tidak Terawat
  • Jelajah

Produksi Kopi Di Banaran Pulung Turun 25%, Karena Tanaman Tidak Terawat

Gema Surya FM Senin 26 Agustus 2024 | 10:14 WIB
kopi-800x445
(foto/Yudi)

Produksi kopi di Desa Banaran Pulung turun 25 hingga 50 persen. Ini setelah tanaman kopi tidak bisa tumbuh secara optimal karena terganggu dengan rumput liar. Seperti disampaikan Meseri asal Desa setempat dimana rumput liar tersebut hampir menutupi semua tanaman kopi sehingga saat panen raya hasilnya sedikit, kondisi tersebut sebenarnya kesalahan petani sendiri yang kurang merawat tanaman yang dimilikinya.

“Ada hambatan pertumbuhan tanaman kopi. Karena terganggu rumput liar, karena tahun-tahun lalu harganya nggak menguntungkan, sehingga banyak yang dibiarkan” jelasnya saat dikonfirmasi gema surya Ahad (25/08).

Menurut Meseri tahun lalu harga kopi jatuh sehingga membuat petani malas memelihara tanamannya, akibatnya lahan ditumbuhi gulma, rumput dan ilalang yang berdampak pada produktivitas tanaman.

“Tidak dirawat maksimal karena harganya kurang bagus, untuk hari ini Alhamdulillah harganya bagus, namun hasilnya kurang maksimal” terangnya.

Dengan harga sekarang yang tinggi, petani mulai kembali merawat tanaman kopi dengan cara peremajaan, sehingga harapannya harga tetap bertahan seperti saat ini sehingga petani semangat.

Saat harga kopi anjlok, petani rugi karena biaya panen mahal, sementara menurutnya di Desa Banaran Pulung ada sekitar 15 hektar yang ditanami kopi di lahan milik perhutani.

About the Author

Gema Surya FM

Author

View All Posts
Bagikan :
        

Post navigation

Previous: Masih Panjang Proses Pengajuan Pinjam Pakai Lahan Perhutani Untuk Perluasan TPA Mrican
Next: Sehari 3 Kali Kasus Kebakaran, 2 Rumah dan kandang Sapi Ludes

Related Stories

Mobil Pikap Terbakar karna Korsleting (Foto: Yudi)
  • Headline
  • Jelajah

Diduga Korsleting, Mobil Pikap Terbakar di Tegalombo Kauman

Gema Surya FM Rabu 29 Juli 2026 | 13:46 WIB
Jabatan Direktur RSUD Dr. Harjono Ponorogo Akan Diisi dari Kalangan ASN (Foto: Yudi)
  • Headline
  • Jelajah

Jabatan Direktur RSUD Dr. Harjono Ponorogo Akan Diisi dari Kalangan ASN

Gema Surya FM Rabu 29 Juli 2026 | 13:03 WIB
BPBD Tetapkan Ponorogo Siaga Darurat Kekeringan dan Karhutla (Foto: Yudi)
  • Headline
  • Jelajah

Puncak Kemarau BPBD Tetapkan Ponorogo Siaga Darurat Kekeringan dan Karhutla

Gema Surya FM Rabu 29 Juli 2026 | 13:31 WIB

Dengarkan siaran Gema Surya FM melalui live streaming dan simak berita-berita terkini Kabupaten Ponorogo dan sekitarnya
  • Profile
  • News
  • Tarif Iklan
  • Live Streaming
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Babadan
  • Badegan
  • Balong
  • Bungkal
  • Jambon
  • Jenangan
  • Jetis
  • Mlarak
  • Kauman
  • Ngebel
  • Ngrayun
  • Ponorogo
  • Pulung
  • Sambit
  • Sawoo
  • Sampung
  • Siman
  • Slahung
  • Sooko
  • Sukorejo
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.