Skip to content
Gema Surya FM

Gema Surya FM

Inspiratif, Akurat

Berita Terkini

  • Harga Sayur Naik Jelang Idul Adha, Cabai Rawit Tembus Rp71 Ribu per Kg
  • Pemkab Ponorogo Salurkan 6 Sapi Kurban di Idul Adha Tahun ini
  • Sempat Viral Tidak Menyembelih Hewan Kurban, Akhirnya Mushola di Dukuh Krajan Desa Wonodadi Ngrayun Dapat Bantuan Hewan Kurban
  • Sapi Bantuan Presiden untuk Ponorogo Disalurkan ke Masjid Jami’ Tegalsari Jetis
  • Pangdam V Brawijaya Tinjau Persiapan Pembangunan Brigif TP dan Yonif TP di Pulung
Primary Menu
  • Home
  • Station Info
    • Profile
    • Data Teknik
    • Tarif Iklan
  • News
  • Podcast
  • Live Stream
  • Kontak
ON AIR
  • Home
  • 2024
  • Agustus
  • 26
  • Paguyuban Pedagang Pasang Banner Larangan Pengemis Dan Pengamen Beroperasi di Telaga Ngebel
  • Jelajah

Paguyuban Pedagang Pasang Banner Larangan Pengemis Dan Pengamen Beroperasi di Telaga Ngebel

Gema Surya FM Senin 26 Agustus 2024 | 11:20 WIB
PENGAMEN
Banner Larangan Pengemis Dan Pengamen Beroperasi Di Telaga Ngebel dari Paguyuban Pedagang. (Foto/Mamet)

Risih dengan keberadaan pengamen dan pengemis yang sering beraksi di obyek wisata telaga ngebel, Paguyuban pedagang setempat sepakat  memasang bener larangan pengamen dan pengemis beroperasi. 

Langkah itu dilakukan untuk membantu pemkab mewujudkan telaga ngebel yang bebas dari pengamen pengemis atau gelandangan yang selama ini aksi mereka dikeluhkan pengunjung.

Hal tersebut disampaikan Mamet Ketua Paguyuban pedagang dimana ada 2 lokasi yang dipasangi banner yakni di selatan dermaga dan depan Kecamatan Ngebel.

“Kalau untuk pedagang itu kan identik dengan masyarakat kecil ya mbak, na itu mensuport saja, karena pengunjung dan pelanggan adalah raja dari semua pedagang kami, jadi ya merestpon (dari adanya pengamen dan pengemis)’ terangnya saat dihubungi gema surya Ahad (25/08).

Menurutnya beberapa pengunjung dan pembeli yang datang, sering menyampaikan risih sebab belum sempat menikmati makan minum sudah didatangi pengamen ataupun pengemis, padahal pengunjung datang ke lokasi wisata karena ingin melepas penat dengan berbagai rutinitas bukan sebaliknya. 

“Yang membuat tidak nyaman kadang, ya baru duduk minum kopi, ada datang pengamen akhirnya timbul nggak nyaman” tambahnya. 

Dijelaskan jika tak ada tindakan dikhawatirkan akan semakin banyak pengamen dan pengemis yang mengais rupiah di kawasan wisata apalagi warga Ponorogo terkenal suka memberi. 

Dari koordinasinya dengan satpol PP, diketahui jika kebanyakan pengamen dan pengemis yang beraksi, bukan dari Ponorogo tapi dari luar daerah. Biasanya mereka turun ke Ponorogo saat weekend saja dari sore hingga malam hari. 

About the Author

Gema Surya FM

Author

View All Posts
Bagikan :
        

Post navigation

Previous: Bank Sampah Kelurahan Kadipaten, Jadikan Tumpukan Sampah Menjadi Uang
Next: Harga Merica dan Rempah-Rempah Lainnya Melonjak

Related Stories

Cabai Rawit Tembus Rp71 Ribu per Kg (foto: Istimewa)
  • Jelajah

Harga Sayur Naik Jelang Idul Adha, Cabai Rawit Tembus Rp71 Ribu per Kg

Gema Surya FM Kamis 28 Mei 2026 | 11:41 WIB
Enam sapi di bagikan Pemkab Ponorogo saat idul adha tahun ini (foto: Istimewa)
  • Jelajah

Pemkab Ponorogo Salurkan 6 Sapi Kurban di Idul Adha Tahun ini

Gema Surya FM Kamis 28 Mei 2026 | 11:34 WIB
mushola di dukuh krajan desa Wonodadi Ngrayun dapat bantuan hewan kurban (foto: Hengki)
  • Headline
  • Jelajah

Sempat Viral Tidak Menyembelih Hewan Kurban, Akhirnya Mushola di Dukuh Krajan Desa Wonodadi Ngrayun Dapat Bantuan Hewan Kurban

Gema Surya FM Kamis 28 Mei 2026 | 11:20 WIB

Dengarkan siaran Gema Surya FM melalui live streaming dan simak berita-berita terkini Kabupaten Ponorogo dan sekitarnya
  • Profile
  • News
  • Tarif Iklan
  • Live Streaming
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Babadan
  • Badegan
  • Balong
  • Bungkal
  • Jambon
  • Jenangan
  • Jetis
  • Mlarak
  • Kauman
  • Ngebel
  • Ngrayun
  • Ponorogo
  • Pulung
  • Sambit
  • Sawoo
  • Sampung
  • Siman
  • Slahung
  • Sooko
  • Sukorejo
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.