
Setelah sempat dirawat di RS King Abdul Aziz Jeddah, satu Jemaah Haji Ponorogo yang sempat tertahan pulang ke Tanah Air karena sakit, akhirnya wafat di Arab Saudi. Jamaah atas nama Kamirah Binti Markam, warga Jalan Soroito No. 15 RT 01 RW. 01 Kepatihan Kota Ponorogo. Wanita berusia 86 tahun itu meninggal dunia pada Selasa 2 Juli 2024 pukul 08.51 Waktu Arab Saudi.
Kepala Kantor Kementerian Agama Ponorogo, M Nurul Huda, menjelaskan bahwa almarhumah termasuk jemaah haji kategori risiko tinggi (risti) karena mengalami demensia dan sesak napas. “Almarhumah mengalami kondisi kesehatan yang menurun sehingga harus mendapatkan perawatan di rumah sakit saat kepulangan jemaah haji Ponorogo kloter SUB-19 pada 27 Juni 2024 lalu,” ujar M Nurul Huda.
Meskipun Kamirah sudah siap untuk pulang ke Tanah Air, kondisinya tidak memungkinkan untuk menempuh perjalanan jauh. “Sebenarnya almarhumah sudah siap untuk landing di Tanah Air, namun untuk terbang dan menempuh perjalanan jauh kondisinya tidak memungkinkan,” tambahnya.
Kamirah merupakan anggota Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umroh (KBIHU) Al Haramain dan juga besan dari Hardjo Mislan, jemaah haji tertua se-Indonesia berusia 110 tahun asal Bedingin, Sambit, Ponorogo.
Seluruh jemaah haji yang wafat akan memperoleh asuransi sebagai hak mereka. “Nantinya semua jemaah haji yang wafat akan memperoleh asuransi, karena merupakan hak jemaah,” kata M Nurul Huda. Saat ini, pihak Kantor Kementerian Agama Ponorogo terus berkoordinasi dengan pihak keluarga almarhumah.