Skip to content
Gema Surya FM

Gema Surya FM

Inspiratif, Akurat

Berita Terkini

  • Komisi D DPRD Provinsi Jawa Timur lakukan sidak lokasi longsor di jalan Raya Ponorogo – Pacitan
  • Peringati Hari Bumi, Kelompok Peduli Sungai Pasang Barikade Ban di Sungai Tambak Kemangi
  • Kemenhaj Ponorogo Ingatkan Jemaah Patuhi Aturan Barang Bawaan Pesawat
  • Jalur Jeruksing–Jabung Akhirnya Diperbaiki Tahun Ini, Anggaran Capai Rp3,5 Miliar
  • Aksi Penjambretan Gagal, Korban Pertahankan Tas Berisi Rp60 Juta di Bungkal Ponorogo
Primary Menu
  • Home
  • Station Info
    • Profile
    • Data Teknik
    • Tarif Iklan
  • News
  • Podcast
  • Live Stream
  • Kontak
ON AIR
  • Home
  • 2024
  • Juni
  • 5
  • Melihat Rekonstruksi Penganiayaan, Keluarga Jiono Minta Para Pelaku Dihukum Berat
  • Headline
  • Jelajah

Melihat Rekonstruksi Penganiayaan, Keluarga Jiono Minta Para Pelaku Dihukum Berat

Gema Surya FM Rabu 5 Juni 2024 | 14:46 WIB
Katemi WEB
Pasxa melihat rekontruksi, keluarga korban minta pelaku dihukum berat. (Foto/Yudi)

Kesedihan mendalam masih dirasakan Katemi, warga Ngumpul, Balong, Ponorogo. Nenek 70 tahun itu ikut merasakan kehilangan yang sangat atas meninggalnya Jiono, 37 tahun, yang merupakan cucu kakaknya.

Apalagi kematiannya karena menjadi korban penganiayaan berujung maut. Karenanya, saat dilakukan rekonstruksi yang digelar Satreskrim Polres, Rabu, 5 Juni 2024, Katemi ikut menyaksikan.

Setelah mengikuti jalannya reka ulang adegan penganiayaan tersebut, dirinya merasa geram dan ingin para pelaku dihukum setimpal. Baginya, hutang mati harus dibayar mati. Masih kata Katemi, saat ini ibu dari Jiono, yakni kakaknya, tinggal bersama dirinya dan tidak kenal sama sekali dengan para pelaku meskipun masih satu desa.

Dirinya tahu cucunya meninggal dunia siang hari pasca kejadian perkelahian. Saat itu, dirinya melihat korban mengalami luka-luka pada wajah.

Sekadar diketahui, awalnya kematian Jiono dilaporkan karena mengalami kecelakaan tunggal. Terungkapnya kasus itu setelah keluarga korban melapor ke polisi karena merasa ada kejanggalan dalam kematiannya.

Keluarga yakin, Jiono meninggal dunia bukan karena kecelakaan tunggal melainkan karena dianiaya. Karenanya, polisi pada Selasa, 21 Mei 2024, melakukan pembongkaran makam korban. (yd/rl/ab) 

About the Author

Gema Surya FM

Author

View All Posts
Bagikan :
        

Post navigation

Previous: Terlibat Laka Tabrak Belakang, Pengendara RX King Meninggal Dunia
Next: Polisi Tetapkan 14 Tersangka Kasus Ledakan Petasan Balon Udara di Muneng Balong, 2 Diantaranya Perempuan

Related Stories

WhatsApp Image 2026-04-23 at 14.31.51
  • Jelajah

Komisi D DPRD Provinsi Jawa Timur lakukan sidak lokasi longsor di jalan Raya Ponorogo – Pacitan

Gema Surya FM Kamis 23 April 2026 | 15:24 WIB
HRB
  • Jelajah

Peringati Hari Bumi, Kelompok Peduli Sungai Pasang Barikade Ban di Sungai Tambak Kemangi

Gema Surya FM Rabu 22 April 2026 | 13:47 WIB
MARJUNI
  • Jelajah

Kemenhaj Ponorogo Ingatkan Jemaah Patuhi Aturan Barang Bawaan Pesawat

Gema Surya FM Rabu 22 April 2026 | 13:42 WIB

Dengarkan siaran Gema Surya FM melalui live streaming dan simak berita-berita terkini Kabupaten Ponorogo dan sekitarnya
  • Profile
  • News
  • Tarif Iklan
  • Live Streaming
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Babadan
  • Badegan
  • Balong
  • Bungkal
  • Jambon
  • Jenangan
  • Jetis
  • Mlarak
  • Kauman
  • Ngebel
  • Ngrayun
  • Ponorogo
  • Pulung
  • Sambit
  • Sawoo
  • Sampung
  • Siman
  • Slahung
  • Sooko
  • Sukorejo
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.