Skip to content
Gema Surya FM

Gema Surya FM

Inspiratif, Akurat

Berita Terkini

  • Harga Sayur Naik Jelang Idul Adha, Cabai Rawit Tembus Rp71 Ribu per Kg
  • Pemkab Ponorogo Salurkan 6 Sapi Kurban di Idul Adha Tahun ini
  • Sempat Viral Tidak Menyembelih Hewan Kurban, Akhirnya Mushola di Dukuh Krajan Desa Wonodadi Ngrayun Dapat Bantuan Hewan Kurban
  • Sapi Bantuan Presiden untuk Ponorogo Disalurkan ke Masjid Jami’ Tegalsari Jetis
  • Pangdam V Brawijaya Tinjau Persiapan Pembangunan Brigif TP dan Yonif TP di Pulung
Primary Menu
  • Home
  • Station Info
    • Profile
    • Data Teknik
    • Tarif Iklan
  • News
  • Podcast
  • Live Stream
  • Kontak
ON AIR
  • Home
  • 2024
  • Januari
  • 17
  • Buntut Protes Bau Kotoran di Mancaan Paju, Penyewa Lahan Tebu Dilarang Gunakan Pupuk Cair
  • Jelajah

Buntut Protes Bau Kotoran di Mancaan Paju, Penyewa Lahan Tebu Dilarang Gunakan Pupuk Cair

Gema Surya FM Rabu 17 Januari 2024 | 10:53 WIB
Tinja

Keluhan warga RT 02/RW 03 lingkungan Mancaan kelurahan Paju Ponorogo, terkait bau tak sedap di areal lahan tebu, langsung ditindak lanjuti dinas lingkungan hidup – DLH. Bertempat di kelurahan Paju, dilakukan mediasi antara warga terdampak dengan penyewa lahan tebu. 

Hasilnya ada kesepakatan, penyewa lahan tidak lagi menggunakan pupuk cair saat tanam tebu. Kepala dinas lingkungan hidup – DLH Gulang Winarno mengatakan bau tak sedap tersebut diakui dari pupuk cair. Keterangan yang didapat dari penyewa lahan, sudah menyalurkan pupuk cair sekitar 5000 liter terhadap 8,4 ribu meter persegi tanaman tebu di wilayah itu.

Lebih lanjut dijelaskan jika lahan tebu itu aset Pemkab Ponorogo yang disewa pihak ketiga. Biasanya pada tanam sebelumnya juga menggunakan pupuk cair namun baunya tidak menyengat seperti sekarang. Karenanya ke depan penyewa diminta menggunakan pupuk tabur saat tanam. Selain itu penyewa lahan tebu diminta lebih aktif berkomunikasi dengan warga sekitar agar tidak ada miss komunikasi lagi.

Sementara lurah Paju, Darianto mengakui jika warga RT 02 RW 03 lingkungan Mancaan mengeluarkan bau seperti kotoran manusia sejak 3 hari terakhir. Setelah diusut, bau itu berasal dari lahan tebu setelah digelontor satu tangki pupuk cair.

Karenanya pihaknya meneruskan ke dinas lingkungan hidup kemudian mempertemukan warga terdampak dan penyewa lahan. Sudah ada kesepakatan agar penyewa menggunakan pupuk tabur dan berharap kejadian itu tidak terulang kembali.

About the Author

Gema Surya FM

Author

View All Posts
Bagikan :
        

Post navigation

Previous: Marak Fogging Mandiri, Dinkes Ingatkan Warga Hati-hati terhadap Resistensi
Next: Aksi Pencurian Sepeda Gunung di Jalan Ukel Kertosari, Terekam CCTV

Related Stories

Enam sapi di bagikan Pemkab Ponorogo saat idul adha tahun ini (foto: Istimewa)
  • Jelajah

Pemkab Ponorogo Salurkan 6 Sapi Kurban di Idul Adha Tahun ini

Gema Surya FM Kamis 28 Mei 2026 | 11:34 WIB
Cabai Rawit Tembus Rp71 Ribu per Kg (foto: Istimewa)
  • Jelajah

Harga Sayur Naik Jelang Idul Adha, Cabai Rawit Tembus Rp71 Ribu per Kg

Gema Surya FM Kamis 28 Mei 2026 | 11:41 WIB
mushola di dukuh krajan desa Wonodadi Ngrayun dapat bantuan hewan kurban (foto: Hengki)
  • Headline
  • Jelajah

Sempat Viral Tidak Menyembelih Hewan Kurban, Akhirnya Mushola di Dukuh Krajan Desa Wonodadi Ngrayun Dapat Bantuan Hewan Kurban

Gema Surya FM Kamis 28 Mei 2026 | 11:20 WIB

Dengarkan siaran Gema Surya FM melalui live streaming dan simak berita-berita terkini Kabupaten Ponorogo dan sekitarnya
  • Profile
  • News
  • Tarif Iklan
  • Live Streaming
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Babadan
  • Badegan
  • Balong
  • Bungkal
  • Jambon
  • Jenangan
  • Jetis
  • Mlarak
  • Kauman
  • Ngebel
  • Ngrayun
  • Ponorogo
  • Pulung
  • Sambit
  • Sawoo
  • Sampung
  • Siman
  • Slahung
  • Sooko
  • Sukorejo
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.