
Pemkab Ponorogo kembali melakukan pendataan terhadap pelajar di Ponorogo yang putus sekolah. Bupati Sugiri Sancoko mengaku angka rata-rata lama sekolah (RLS) di wilayahnya masih rendah yakni 7,77% ditahun 2022, karenanya pemerintahannya mengalokasikan Rp 1,2 Milyar dalam APBD 2023 untuk menfasilitasi mereka yang berhenti melanjutkan pendidikan agar mau bersekolah lagi. Setidaknya menyelesaikan hingga pendidikan wajib 12 tahun atau hingga lulus SMA sederajat.
Sementara, Kepala Dinas Pendidikan, Nurhadi Danuri mengakui, pihaknya saat ini sedang melakukan pendataan untuk remaja yang putus sekolah supaya datanya lebih akurat. Nantinya pihaknya mendorong agar remaja yang putus sekolah ini bisa ikut sanggar kegiatan belajar atau Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat hingga lulus pembelajaran. Selain sisi akademik, juga akan ditunjang keterampilan dan kewirausahaan seperti kejar paket.
Dalam hal ini Pemkab Ponorogo menyediakan anggaran Rp 1,2 milyar di APBD 2023 untuk operasional sekolah kejar paket.