Jelajah

Dinsos Klaim, KPM Penerima BPNT Belanjakan Uangnya untuk Kebutuhan Makan

Meski BPNT tahun ini diberikan dalam uang tunai, tapi keluarga penerima manfaat – KPM tetap menggunakannya untuk pemenuhan gizi keluarga. Hal tersebut disampaikan Gulang Winarno, kepala dinas sosial P3A, menyusul ada kekhawatiran uang tersebut digunakan untuk belanja lainnya seperti pakaian ataupun barang barang lainnya.

Padahal tujuan diberikannya bantuan pangan non tunai agar kebutuhan makan sehari-hari tercukupi dari beras, lauk pauk, buah-buahan dan sayuran. Karenanya pihaknya sempat sidak ke sejumlah keluarga penerima BPNT pasca menerima bantuan uang.

Rata-rata langsung dibelanjakan kebutuhan pokok sehari-hari terbukti di dapurnya ada beras, telur dan sayuran yang baru saja dibeli. Dijelaskan memang tidak ada sanksi jika penerima tidak membelanjakannya untuk kebutuhan sehari-hari. Tapi pihaknya berharap uang yang diterima sekitar 600 ribu itu dimanfaatkan untuk pemenuhan gizi keluarga.

Seperti diketahui mulai Januari hingga Maret, BPNT diwujudkan dalam bentuk uang dimana per bulannya 200 ribu rupiah. Melalui kantor pos, KPM mendapatkan 600 ribu karena dirapel selama 3 bulan. Di Ponorogo sendiri ada sekitar 90 an ribu KPM yang terdaftar sebagai penerima BPNT.