Skip to content
Gema Surya FM

Gema Surya FM

Inspiratif, Akurat

Berita Terkini

  • Satreskrim Polres Ponorogo Amankan 23 Penggalang Dana Fiktif, Dana Sumbangan Dipakai Judi
  • Milad ke-27, Suryamart Akan Gelar Senam Massal
  • Relawan EMT RSUA Aisyiyah Bertugas di Puskesmas Pameu Aceh hingga Akhir Januari 2026
  • Medan Ekstrem dan Perjalanan Panjang, Relawan EMT RSU Aisyiyah Ponorogo Berjuang Layani Warga Aceh
  • Dukung Ketahanan Pangan, PDA Aisyiyah Ponorogo Luncurkan Beauty Garden
Primary Menu
  • Home
  • Station Info
    • Profile
    • Data Teknik
    • Tarif Iklan
  • News
  • Podcast
  • Live Stream
  • Kontak
ON AIR
  • Home
  • 2021
  • Agustus
  • 27
  • Over Produksi Penyebab Anjloknya Harga Lombok
  • Headline
  • Jelajah

Over Produksi Penyebab Anjloknya Harga Lombok

Gema Surya FM Jumat 27 Agustus 2021 | 13:07 WIB
Cabai-Rawit-768x432
Over produksi lombok karena semua wilayah penghasil lombok panen. (Foto/Net)

Mahalnya harga lombok yang bertahan hingga beberapa tahun terakhir, menyebabkan para petani ramai-ramai menanam. Budaya latah tersebut yang menyebabkan produksi cabe rawit melimpah bahkan over produksi saat panen raya ini. Akibatnya harga jatuh ke titik paling rendah sejak beberapa tahun terakhir.

Pendapat tersebut disampaikan Medi Susanto, Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan menyikapi anjloknya harga. Sekarang terjadi over produksi karena semua wilayah penghasil lombok panen bukan hanya di Ponorogo saja, namun juga luar daerah.

Untuk Ponorogo luas area yang ditanami cabe rawit juga bertambah hingga 500 hektar. Para petani banyak yang menghabiskan lahannya untuk lombok karena tergiur harganya. Belum lagi ada bantuan bibit dari pemerintah sekitar 431 sachet untuk 21 hektar. Kedepan agar kondisi tersebut tidak terjadi, perlu ada pengembangan kawasan dan pemetaan.

Misalnya petani memiliki satu kotak lahan, jangan menanam satu macam jenis tanaman saja melainkan harus dibagi bagi dengan tanaman lain. Menanam hortikultura memang tidak mudah, karena investasi tinggi dan harga bisa sangat fluktuatif.

Sekedar mengetahui, harga cabe rawit di tingkat petani mencapai Rp.8.000 per Kg. Harga tersebut dirasakan paling rendah sejak beberapa tahun terakhir sehingga rugi. Padahal beberapa waktu lalu harga lombok masih diatas Rp.50 ribu per Kg. (rl/ab) 

 

About the Author

Gema Surya FM

Author

View All Posts
Bagikan :
        

Post navigation

Previous: Pasca Resmikan Jembatan Dong Kelung Ngrayun, Bupati Sugiri Bantu 200 sak Semen untuk Akses Jalan Sekitar
Next: Sekolah Berharap PPKM Level 4, PTM Tetap Digelar Meski Hanya 25 Persen Siswa

Related Stories

gdx
  • Jelajah

Satreskrim Polres Ponorogo Amankan 23 Penggalang Dana Fiktif, Dana Sumbangan Dipakai Judi

Gema Surya FM Sabtu 17 Januari 2026 | 13:21 WIB
asz
  • Jelajah

Milad ke-27, Suryamart Akan Gelar Senam Massal

Gema Surya FM Sabtu 17 Januari 2026 | 11:00 WIB
sz
  • Jelajah

Relawan EMT RSUA Aisyiyah Bertugas di Puskesmas Pameu Aceh hingga Akhir Januari 2026

Gema Surya FM Sabtu 17 Januari 2026 | 10:25 WIB

Dengarkan siaran Gema Surya FM melalui live streaming dan simak berita-berita terkini Kabupaten Ponorogo dan sekitarnya
  • Profile
  • News
  • Tarif Iklan
  • Live Streaming
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
  • Babadan
  • Badegan
  • Balong
  • Bungkal
  • Jambon
  • Jenangan
  • Jetis
  • Mlarak
  • Kauman
  • Ngebel
  • Ngrayun
  • Ponorogo
  • Pulung
  • Sambit
  • Sawoo
  • Sampung
  • Siman
  • Slahung
  • Sooko
  • Sukorejo
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.