
Tak Kuat Menanjak, Truk Muatan Baja Ringan Terguling di Jalur Slahung (Foto: Suwito)
Sebuah truk pengangkut baja ringan asal Mojokerto terguling di tanjakan ekstrem Nggayam, jalur Slahung–Mrayan Ngrayun, tepatnya di Dukuh Gembes, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo, Selasa pagi (28/7). Kecelakaan tunggal tersebut diduga terjadi setelah sopir mengikuti petunjuk Google Maps tanpa mengetahui medan jalan yang dilalui. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun arus lalu lintas sempat tersendat karena badan truk melintang di jalan.
Suwito, warga sekitar, mengatakan truk bernomor polisi L 8814 PAC itu dikemudikan Robi (25), warga Mojokerto, yang hendak mengirim muatan baja ringan ke Pacitan. Menurutnya, sopir diduga baru pertama kali melintasi jalur tersebut sehingga mengandalkan aplikasi Google Maps sebagai penunjuk arah.
“Kemungkinan sopir baru pertama kali lewat sini sehingga mengikuti petunjuk Google Maps. Saat sampai di tanjakan Nggayam, truk tidak kuat menanjak, kemudian mundur dan akhirnya terguling melintang di badan jalan. Sopir sendirian tanpa kernet,” ujar Suwito.
Mengetahui kejadian tersebut, warga sekitar langsung memberikan pertolongan kepada sopir sekaligus melaporkan peristiwa itu ke Polsek Slahung. Beruntung, pengemudi berhasil keluar dari kabin dan tidak mengalami luka serius. Proses evakuasi truk juga segera dilakukan agar arus lalu lintas di jalur penghubung Slahung menuju Ngrayun kembali normal.
Menurut Suwito, jalur Mrayan–Ngrayun melalui Slahung memang dikenal memiliki beberapa tanjakan ekstrem yang membutuhkan kendaraan dalam kondisi prima serta kemampuan mengemudi yang memadai. Karena itu, pengendara yang belum mengenal medan diimbau lebih berhati-hati, terutama kendaraan bermuatan berat.
“Jalur ini memang cukup berat karena banyak tanjakan tajam. Sopir yang belum pernah lewat sebaiknya mencari informasi terlebih dahulu dan memastikan kendaraannya benar-benar siap agar kejadian seperti ini tidak terulang,” katanya.
Peristiwa serupa, lanjut Suwito, bukan kali pertama terjadi di jalur tersebut. Sebelumnya, sebuah truk bermuatan pupuk juga mengalami kecelakaan tunggal setelah tidak kuat menanjak hingga akhirnya terguling. Warga berharap para pengemudi kendaraan besar lebih waspada dan tidak hanya mengandalkan aplikasi navigasi tanpa mempertimbangkan kondisi medan yang akan dilalui.



